aa
Pekerjaan pembangunan Pasar Induk Rawa Indah Bontang sudah 6 bulan terhenti. (Foto Ismail)

BONTANG.NIAGA.ASIA- Waka Polres Bontang Kompol Eko Alamsyah  menyatakan pihak kepolisian siap membantu pengamanan pembangunan Pasar Induk Rawa Indah. Sekarang ini Polisi  tinggal menunggu kejelasan kapan pekerjaan lanjutan pembangunan pasar dilaksanakan.

“Pada dasarnya kami dari kepolisian siap membantu pengamanan pembangunan Pasar Rawa Indah. Pengelola proyek dapat menghubungi kami jika mendapat tekanan atau ganguan selama proses pembangunan pasar, mengingat proyek tersebut sudah memiliki kekuatan hukum dan barang siapa yang menghalang-halangi maka akan di selesaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Waka Polres usai Apel Operasi Mantap Praja Mahakam 2018 yang dilaksanakan di halam Mako Polres Bontang, Rabu pagi (19/9/2018).

Pembangunan Pasar Induk Rawa Indah, Bontang sudah 6 bulan terbengkalai atau mangkrak,  pasalnya kontraktor pembangunan pasar, PT Sasmito  asal Surabaya menghentikan pekerjaan karena ada gangguan dari sejumlah orang yang ingin menjadi subkontraktor. Terlihat bangunan yang begitu megah kini di kelilingi rumput setinggi 1,5 meter dan di sudut bangunan pasar dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah.

Pekerja proyek dari PT Sasmito mengeluhkan gangguan non-teknis dari sekelompok warga di lokasi proyek. Sedangkan  Direktur PT Sasmito, Arbiono mengeluhkan anak buahnya mendapat tekanan dari sekelompok warga saat hendak beraktifitas di lokasi proyek.

Sesuai informasi  yang diberikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penatatan Ruang Kota (PU-PRK) Bontang Tavip Nugraha beberapa waktu lalu, ia membenarkan pekerjaan pembangunan  pasar terhenti lantaran adanya selisih faham sesama kontraktor. ““Kami sudah menyurati pihak kepolisian agar dapat membantu kami mengamankan jalannya pembangunan pasar rawa indah agar tepat dengan target yang telah kami tentukan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, sesuai kontrak kerja perusahaannya ditarget merampungkan pekerjaan dengan nilai kontrak Rp 90 miliar selama 365 hari kerja. Proyek yang pembangunanya dibiayai oleh APBD Bontang dengan skema multiyear contract diharapkan selesai pada tahun depan. PT Sasmito sudah mendapat pencairan uang muka sebesar Rp 13 miliar pada 5 April 2018 setelah dinyatakan sebagai pemenang tender. (005)

Berita Terkait