PAUD di kawasan Jalan AW Syachranie tempat hilangnya balita Yusuf, Jumat (22/11). Balita Yusuf ditemukan tidak bernyawa 16 hari kemudian, Minggu (8/12). (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Polisi masih menyelidiki kasus hilang dan meninggalnya balita Ahmad Yusuf Ghazali, dalan kondisi mengenaskan, Minggu (8/12) lalu. Beredar di tengah masyarakat kabar balita Yusuf meninggal tidak wajar. Polisi merespons, dan menegaskan terus bekerja secara objektif.

Sepekan ini, beredar di tengah masyarakat, baik obrolan maupun tangkapan layar (screenshot) dari media sosial yang menyebutkan dugaan balita Yusuf meninggal tidak wajar, disebabkan beragam keganjilannya.

“Jadi, apa yang dikatakan orang-orang itu tentang adinda Yusuf, semua masih sebatas prasangka,” kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Muhammad Ridwan, kepada wartawan, Sabtu (21/12).

Ridwan tidak menampik, ada masyarakat yang mengklaim, mendapatkan gambaran detail kejadian. Meski bukan soal, namun Ridwan berharap, pendapat itu tidak merugikan orang lain.

“Terawangan, pandangan batin, tidak bisa dijadikan cara untuk menuduh org lain, atau menekan org lain secara psikologi,” ujar Ridwan.

Menurut Ridwan, lantaran isu yang berkembang di tengah masyarakat itu, justru mengacaukan sudut pandang yang berwenang untuk berpandangan secara objektif.

“Biarlah kepolisian bekerja dengan tenang, dan objektif tanpa terpengaruh isu yang beredar di tengah masyarakat. Apalagi, dengan larar ghaib. Biarlah polisi bekerja dengan tenang, mengumpulkan setiap fakta dan bukti. Sebab nanti kebenaran, pasti akan terbuka juga,” demikian Ridwan. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *