Polisi Tembak Dua Kurir 4 Kilogram Sabu-sabu Asal Sebatik

Sabirin dan Junaidi, kurir sabu 4 kilogram ditembak Satreskoba Polres Nunukan saat berusaha menaikkan sabu-sabu dari perahu ke kapal penumpang tujuan Sulawesi Selatan di perairan  dalam kawasan pelabuhan Nunukan, Senin malam (12/7/2021). (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nunukan menembak dua warga Kecamatan Sebatik,Sabirin dan Junaidi,  kurir 4 kilogram narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 4 kilogram yang dikemas dalam bungkus teh cina merk Guanyingwang yang akan dikirim ke Sulawesi Selatan, Senin malam (12/7/2021) sekira jam 20.30 Wita di perairan Nunukan.

“Ditembak karena mereka berusaha kabur dan tidak menghiraukan peringatan petugas,” kata Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar melalui Kasat Resnarkoba Polres Nunukan Iptu Lusgi Simanungkalit pada Niaga.Asia, Senin (13/07/2021).

Sabirin (30) warga Desa Sei Nyamuk , Sebatik mengalami luka tembak dibagian paha sebelah kiri dan pinggang kiri, sedangkan Junaidi (32) warga Desa Tanjung Aru, Sebatik, mengalami luka tembak dibagian punggung sebelah kanan.

Tindakan tegas petugas terpaksa dilakukan karena keduanya saat  berada di atas perahu kayu tidak menghiraukan peringatan. Bahkan tersangka berusaha menabrakan perahu miliknya dengan speedboat digunakan opsnal Satresnarkoba.

“Tembakan peringatan tidak dihiraukan, malah perahu tersangka semakin cepat, sehingga dilakukannya tindakan tegas tembakan mengarah ke perahu,” sebutnya.

Salah satu  kurir sabu 4 kilogram tidak bisa berdiri setelah ditembak Satreskoba Polres Nunukan saat menaikkan sabu-sabu dari perahu ke kapal penumpang tujuan Sulawesi Selatan di perairan  dalam kawasan pelabuhan Nunukan, Senin malam (12/7/2021). (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

Kapolres menerangkan, kronologi pengungkapan peredaran sabu berawal dari informasi masyarakat akan adanya pengiriman sabu yang dititipkan ke salah satu kapal penumpang swasta di pelabuhan Tunon Taka Nunukan tujuan Sulawesi Selatan.

Informasi dikembangkan oleh opsnal Satresnakroba dengan penyelidikan di sekitar perairan Nunukan dan pelabuhan. Sekitar pukul 20:30 Wita,  sebuah perahu kayu merapat ke bagian samping kapal penumpang swasta.

“Dua orang dalam perahu terlihat melempar kotak kardus warna coklat merk instan ke atas kapal melalui pintu samping,” terangnya.

Pengiriman kotak mie instansi berisi sabu terlihat pula oleh opsnal Satresnakroba yang sengaja di tempat dalam kapal. Setelah mengamankan kotak, opsnal menghubungi personel yang berada di atas speedboat untuk mengejaran perahu.

Pengejaran perahu tersangka mengalami kesulitan karena gelapnya malam. Sejumlah tembakan peringatan dikeluarkan, hingga terjadilah tabrakan antara speedboat milik dan perahu milik tersangka.

“Saat terjadi tabrakan, kedua tersangka terjun ke laut dan petugas ikut terjun mengamankan keduanya,” beber Kapolres.

Disaksikan oleh kedua tersangka, opsnal Satreskoba membuka kotak mie instan yang didalamnya berisi 4 bungkus kantong plastik warna hitam yang masing-masing kantong berisi 1 bungkus plastik teh cina merk Guanyingwang.

Bungkusan teh cina tersebut berisi sabu yang tiap bungkus berukuran 1 kilogram  total 4 bungkus sekitar 4 kilogram. Selain mengamankan sabu, Polisi menyita mesin perahu beserta mesin 30 PK merk Yamaha dan sebuah handphone milik tersangka.

“Semua barang bukti sudah diamankan di Polres, untuk tersangka dibawa ke rumah sakit menjalani perawatan medis,” ujarnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor Rachmat Rolau

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *