Politisi PAN: Produk Ilegal Hingga Predatory Pricing Jadi Ancaman Industri Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Hatta, saat melakukan kunjungan ke salah satu produsen speaker kelas dunia di Indonesia, CV Sinar Baja Electric, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/8/2025). Foto: Bianca/vel

SURABAYA.NIAGA.ASIA – Politisi PAN sekaligus anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Hatta, menyoroti persaingan tidak sehat di industri nasional, terutama akibat maraknya produk ilegal yang masuk ke pasar Indonesia.

Hatta menyampaikan kekhawatirannya setelah mengunjungi salah satu produsen speaker kelas dunia di Indonesia, CV Sinar Baja Electric, di Surabaya, Jawa Timur, yang mengeluhkan banyaknya produk ilegal membanjiri pasar Indonesia.

Menurutnya, masalah ini menghambat industri lokal untuk berkembang.

“Kenapa kok bisa masuk ke Indonesia sampai seperti itu? Karena bagaimanapun kalau produk ilegal itu masuk ke Indonesia, dia akan menekan pasar Indonesia,” kata Hatta, kepada Parlementaria, usai kunjungan kerja spesifik Panja Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI ke Surabaya, Jatim, Kamis (28/8/2025).

Hatta menjelaskan bahwa produk ilegal menciptakan predatory pricing yang berbahaya bagi industri dalam negeri. “Ketika industri kita tidak bisa survive menghadapi produk-produk yang ilegal, yang seharusnya membayar pajak tapi mereka tidak membayar pajak, ya itu kan menghambat mereka untuk berkembang lebih besar,” pungkasnya.

Untuk itu, ia pun mengusulkan adanya lembaga perlindungan industri di Indonesia. Hadirnya lembaga ini menurutnya penting untuk dapat melindungi dan menjadi wadah industri dalam meningkatkan daya saing industri nasional. “Ini yang mungkin menurut saya perlu dipikirkan oleh Kementerian Perindustrian, untuk bisa melindungi industri ini,” tambahnya.

Selain itu, Hatta juga berharap pemerintah dapat membantu industri nasional dengan memberikan suntikan subsidi bagi produk-produk lokal yang ingin bersaing di pasar global. Mengingat beberapa negara termasuk Tiongkok telah melakukan hal serupa.

“Itu yang mungkin harus kita pikirkan juga produk-produk kita yang bisa kita jual ke luar negeri gitu juga kita subsidi oleh pemerintah kita, supaya kita bisa bersaing dengan negara lain,” harapnya.

Sumber: Humas DPR RI | Editor: Intoniswan 

Tag: