
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) mengerahkan sebanyak 348 personel gabungan di 21 Pos pengamanan Operasi Ketupat Mahakam Tahun 2026 guna memastikan keamanan dan kelancaran Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kukar.
Kesiapan personel tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar di halaman Mapolres Kukar pada Kamis (12/3/2026).
Dikatakan Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, ratusan personel yang disiagakan merupakan gabungan dari unsur Polri, TNI, serta sejumlah instansi pemerintah dan mitra kamtibmas di daerah.
“Untuk pengamanan di Kukar, kita menyiapkan 348 personel gabungan dari TNI, Polri dan mitra kamtibmas lainnya. Khusus dari Polres, ada 150 personel yang dilibatkan,” ungkapnya setelah memimpin apel didampingi Sekretaris Daerah Kukar Sunggono Kasnu serta Dandim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman.
Selain menyiapkan personel, Polres Kukar juga mendirikan 21 pos pengamanan dan pelayanan di berbagai titik strategis guna mendukung pengamanan selama masa mudik dan libur Lebaran.
Pos tersebut terdiri dari 1 pos terpadu, 3 pos pelayanan (Pos Yan), dan 17 pos pengamanan (Pos Pam) yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Kukar. Pos-pos tersebut akan menjadi pusat pemantauan, pelayanan, sekaligus pengamanan bagi masyarakat.
Operasi Ketupat Mahakam 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Secara nasional beber AKBP Khairul Basyar, Polri bersama TNI dan berbagai stakeholder juga menggelar Operasi Ketupat 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan yang bertugas mengamankan arus mudik, perayaan Idul Fitri, hingga arus balik Lebaran.
Untuk mendukung operasi tersebut, disiapkan pula 2.746 pos pengamanan di berbagai wilayah Indonesia. Pos ini terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.
Tak hanya itu, pengamanan juga difokuskan terhadap 185.607 objek yang meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek-objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, serta pelabuhan, stasiun kereta api hingga bandara.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.
Kapolres Kukar menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh pihak.
“Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari terus tingkatkan soliditas dan sinergitas agar masyarakat dapat merasakan mudik yang aman dan nyaman,” jelasnya.

Sementara itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kukar juga menyiapkan sejumlah titik pengamanan untuk mengantisipasi kepadatan aktivitas masyarakat selama periode mudik hingga libur Lebaran.
Kasatlantas Polres Kukar AKP Ahmad Fandoli membenarkan bahwa pihaknya mendirikan pos terpadu di pusat Kota Tenggarong, Kukar, tepatnya di kawasan Taman Tanjung, yang akan beroperasi selama 24 jam.
“Pos terpadu kita dirikan di pusat kota Tenggarong, tepatnya di Taman Tanjung dan akan buka selama 24 jam,” terangnya.
Keberadaan pos terpadu tersebut dipilih kata AKP Ahmad Fandoli, karena berada di kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya saat libur Lebaran.
Ia menyebut, di kawasan Tenggarong terdapat dua titik keramaian yang kerap dipadati warga, yakni Taman Tanjung dan Taman Musik yang baru beberapa bulan terakhir diresmikan oleh Bupati Aulia Rahman Basri dan menjadi ruang publik favorit masyarakat.

“Di Tenggarong ini ada dua titik keramaian yang sering digunakan masyarakat, yaitu Taman Tanjung dan Taman Musik yang baru diresmikan beberapa bulan lalu,” bebernya.
Satlantas Polres Kukar juga menyiapkan pos pelayanan (Pos Yan) yang berada di Rest Area A dan Rest Area B untuk memberi pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Sementara itu, untuk pos pengamanan (Pos Pam) disiapkan di dua titik strategis, yakni Samboja Kilometer 38 dan Pos Lembuswana, guna mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas dan menjaga situasi keamanan selama masa operasi berlangsung.
“Seluruh pos akan menjadi pusat pengawasan arus lalu lintas sekaligus tempat pelayanan bagi masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026,” tutupnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Operasi Ketupat