AA
Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi bersama Kepala Bea Cukai Nunukan M Solafudin dan Kasat Reskoba Nunukan AKP Hasan Setia Budi. (Foto Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Lima warga Makassar, Sulawesi Selatan diamankan dalam operasi pemeriksaan pencegahan peredaran narkotika golongan I jenis sabu yang digelar Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tunon Taka Nunukan bersama Satuan Resnarkoba Polres Nunukan.

“Ada 1 orang DPO dan 5 orang tersangka kita amankan atas kepemilikan sabu seberat 2 kilogram dan 3,5 butir pil inex,” kata Kaporles Nunukan AKBP Jepri Yuniardi dalam kegiatan konferensi Pers, Kamis (01/11/2018). Penangkapan tersangka sabu berawal dari pemeriksaan penumpang kapal Quen Soya tujuan Nunukan Pare Pare tanggal 27 Oktober. Dari kegiatan itu, diamankan seorang bernama Jasdar dengan barang bukti awal inek sebanyak 3,5 butir  dan 2 bungkus sabu ukuran besar.

Jasdar sendiri mengaku sebagai kurir yang bertugas membawa barang dari Tawau, Malaysia menuju Nunukan, selanjutnya diteruskan ke Makassar. “Gerak gerik tersangka mencurigakan, kita periksa tubuh ditemukan pil inek di saku celana dan sabu 2 kilogram dalam tas,” terang Kapolres.

Setelah mengamankan tersangka dan barang bukti, tim Resnarkoba dipimmpin Kasat Reskoba Nunukan AKP Hasan Setia Budi tanggal 28 Oktober melakukan control delivery ke wilayah Pare Pare. Atas giat itu, Tim Reskoba Nunukan berhasil menjebak dan mengamankan Arman alias Ando Roy di sebuah Wisma Nirmalasari, setelah  berpura-pura melakukan transaksi sabu dengan tersangka. “Arman ini pemilik barang, kita amankan juga Fendi yang ikut terlibat dalam peredaran sabu disana,” kata Jepri.

Berhasil mengamankan Arman dan Fendi, petugas langsung menuju rumah kediaman Arman di Jalan Sunu, Makassar dan mengamankan lagi  2 orang bernama Farida dan Fardi yang diduga terkait dan terlibat dalam jaringan narkoba. “Tersangka 5 orang kita bawa ke Nunukan, sedangkan Acong warga Kinabalu, Malaysia ditetapkan sebagai DPO kejahatan sabu,” tambahnya. Selain mengamankan narkoba, Polisi menyita beberapa buah handphone milik tersangka yang digunakan untuk komunikasi transaksi sabu dan surat-surat identitas TKP dna pasport serta sejumlah uang tunai.

Tersangka diancam dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda Rp 1 miliar. “Hukuman kurir sama beratnya dengan pemilik sabu, makanya jangan coba-coba jadi kurir meski diupah besar,” ungkap Kapolres. (002)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *