Polres Nunukan Kembalikan 15 Sepeda Motor Tangkapan di Lokasi Judi Sabung Ayam

Pemilik sepeda motor yang motornya diamankan dari lokasi sabung ayam di hari raya Idulfitri 2021 datang ke Polres Nunkan  untuk menerima penyerahan sepeda motornya, Jumat (8/10/2021). (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA–Kepolisian Resor Nunukan (Polres) Nunukan, mengembalikan barang bukti berupa 15 unit  sepeda motor yang diamankan dari lokasi sabung ayam di wilayah Kabupaten Nunukan saat peringatan hari raya Idulfitri 12-13 Mei 2021.

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar menjelaskan, status sepeda motor itu barang bukti percobaan tindak kejahatan perjudian sabung ayam, dimana saat diamankan tidak diketahui pemiliknya.

“Kendaraan ini ditinggalkan pemiliknya karena lari tunggang – langgang atau kabur menghindari kejaran polisi,” katanya pada Niaga.Asia, Jum’at (08/10).

Sebelum dikembalikan, polisi sempat kesulitan menemukan identitas kepemilikan. Bahkan polisi sampai membuat pengumuman dan mengumpulkan data-data sejak 13 Mei hingga September 2021.

Polisi kesulitan mencari pemiliknya,  dikarenakan para pemilik merasa ketakutan saat diminta datang ke Polres Nunukan mengambil kendaraannya, apalagi perbuatan ini memiliki resiko hukuman pidana penjara.

“Untuk dihadirkan ke Polres saja mereka takut, katanya nanti di sana diceramahi Polisi lalu dimasukkan penjara,” beber Kapolres.

Dari 15 unit kendaraan diamankan, terdapat 1 unit kendaraan bernomor plat merah. Kendaraan dinas ini dibawa oknum PNS yang bekerja di lingkungan Pemerintah Nunukan dan diduga ikut bermain judi sabung ayam.

Terkait kendaraan ini pula, Polres Nunukan telah menyampaikan keberadaan alat bukti ke instansi pemilik kendaraan dan meminta oknum PNS dibina agar aparatur pemerintah ini tidak lagi terlibat dalam perjudian.

“Secara khusus kami sudah sampaikan ke instansi pemilik kendaraan, penyerahan juga secara khusus berbeda dengan kendaraan milik masyarakat umum,” bebernya.

Dikatakan Kapolres, semua pemilik kendaraan tidak dikenakan hukuman pidana karena unsur perbuatan pidana tidak terpenuhi. Alat bukti perjudian baik uang maupun orang tidak ditemukan di lokasi.

Atas dasar itu lanjut Kapolres, polisi tidak harus memproses perkaranya, lagipula pidana penjara kepada pelaku kejahatan bukanlah tujuan utama,  karena lebih ke arah pembinaan agar masyarakat tidak lagi mengulangi perbuatan.

“Penegakan hukum itu bukan atas dasar perasaan tapi lebih ke arah pembuktian unsur-unsur pendukung adanya perbuatan pidana,” beber Kapolres.

Pengembalian kendaraan tanpa proses hukum adalah kebijakan yang diambil Polres Nunukan dalam melaksanakan pembinaan kemasyarakatan. Namun jika perbuatan kembali terulang, jangan salahkan polisi bertindak tegas.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Nunukan AKP  Arofiek Aprilian Riswanto menuturkan, seluruh kendaraan yang ditemukan di lokasi judi sabung ayam diamankan bersamaan lebaran Idul Fitri tahun 2021.

Arofiek mengingatkan masyarakat jangan sekali-kali meminjamkan kendaraan kepada orang lain tanpa tahu tujuannya, sebab dari beberapa alat bukti, terdapat kendaraan milik orang lainnya yang digunakan penjudi.

“Sebenarnya jumlah kendaraan 25 unit, tapi hanya 15 unit dilengkapi dokumen kepemilikan, sisanya 10 unit tidak memiliki surat-surat legalitas kepemilikan,” terangnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: