
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Polres Nunukan mengerahan penuh personel gabungan dalam pengamanan Operasi Ketupat Kayan 2026 yang akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas, mengatakan pengerahan personel gabungan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak bepergian mudik lebaran hingga kembali lagi ke Nunukan.
“Untuk apel gelar pasukan operasi ketupat kayan 2026 dilaksanakan kemarin 12 Maret 2026 di lapangan Tri Brata Mapolres Nunukan,” kata Bonifasius, Jumat (13/03/2026).
Operasi ketupat kayan 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan jajaran Polri bersama TNI serta instansi terkait untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Operasi ini akan menjadi simbol kuatnya sinergitas dan kolaborasi antar instansi di Kabupaten Nunukan, dalam menjaga stabilitas keamanan selama momentum lebaran hingga berakhir waktu mudik.
“Melalui apel ini kita menunjukkan komitmen bersama serta sinergitas lintas sektoral untuk memastikan keamanan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, lancar, dan tentunya kondusif,” terangnya.
Untuk memastikan keamanan lebaran, Polres Nunukan telah mendirikan 15 pos pelayanan di sejumlah titik strategis meliputi 2 Pos Pengamanan (Pos Pam) 9 Pos Pelayanan (Pos Yan) dan 3 Pos Pelayanan Terpadu
Dalam operasi tersebut, Polres Nunukan mendirikan 15 pos pelayanan di sejumlah titik strategis. Pos tersebut terdiri dari 2 Pos Pengamanan (Pos Pam), 9 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 3 Pos Pelayanan Terpadu.
“Pos-Pos yang dibangun ini diharapkan mampu memberikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran masyarakat selama arus mudik,” bebernya.
Selama pelaksanaan operasi Ketupat Kayan, sejumlah personel akan ditempatkan di berbagai titik strategis, masing-masing pos, jalur utama mudik, pusat keramaian, terminal, pelabuhan, bandara, serta tempat wisata.
Operasi Ketupat 2026 lebih menitikberatkan pada upaya preventif dan humanis melalui patroli rutin, pengaturan lalu lintas, pengamanan tempat ibadah, serta pelayanan kepada para pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
“Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kapolres menuturkan, berdasarkan analisis dan prediksi, puncak arus mudik lebaran diperkirakan terjadi dalam dua gelombang yakni, pada 14 hingga 15 Maret dan 18 hingga 19 Maret 2026.
Sedangkan puncak arus balik masyarakat ke wilayah Nunukan diperkirakan tanggal 24 hingga 25 Maret 2026. Saat ini sejumlah personel tim gabungan telah dipersiapkan untuk menempati pos-pos yang telah disiapkan.
“Masyarakat atau pemudik yang butuh informasi ataupun keamanan bisa mendatangi pos-pos yang disiapkan,” bebernya.
Penulis: Budi Anshori | Editor: Intoniswan
Tag: Keamanan