aa
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tim Cyber Crime Polres Nunukan, Kalimantan Utara menciduk Rahman, pelaku penyebar ujaran kebencian (hate speech)  dan SARA. Rahman yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pelabuhan Tunon Taka Nunukan itu ditangkap, Minggu 15 Septemebr 2019.

“Pelaku diamankan karena telah menyebarkan ujaran kebencian dan hasutan terhadap instansi Kepolisian,” kata Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, Rabu (18/9/2019).

baca juga:

Mahasiswi Kurir Shabu 20 Kg Diancam Pidana Mati Atau Seumur Hidup

Polres Nunukan Gagalkan Penyelundupan 20 Kg Shabu Dari Malaysia ke Sulawesi Selatan

Ujaran kebencian disampaikan pelaku kepada Kepolisian khususnya Polres Nunukan  dalam akun facebook milik Resnarkoba Nunukan terkait penangkapan seorang perempuan membawa shabu-shabu seberat 20 kilogram pada tanggal 11 september 2019.

Rahman dalam komentarnya mengatakan, shabu-sahbu gak ada habisnya karena banyak juga petugas sendiri yang kasih edarkan di Nunukan, gaji perbulan manalah cukup untuk keluarga.

“Komentar pelaku adalah sebuah ujaran kebencian dan hasutan terhadap institusi Kepolisian tanpa  memiliki bukti,” ucap Kapolres.

Atas komentar Rahman tersebut, Tim Cyber Crime Polres Nunukan mengamankan pelaku dengan ancaman Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) Subsider pasal 45 Ayat (1) jo pasal 27 Ayat (3) UURI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UURI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelum terjerat pasal ITE, Rahman menurut Polisi adalah seorang residivis kasus pencurian. Kemungkinan motif sakit hati terhadap Polisi yang mendasari pelaku menuliskan komentar negatif mengandung ujaran kebencian di akun resmi milik Polres Nunukan.

“Pelaku sudah kita periksa dan konfirmasi apa motif dari komentarnya yang menyebutkan petugas sendiri yang kasih mengedarkan sabu di Nunukan,” kata AKBP Teguh Triwantoro.

Penangkapan Rahman, pelaku ujaran kebencian bukanlah hal pertama di Nunukan, Tim Cyber Crime Polres Nunukan hingga kini telah memproses 10 seorang yang dipandang melakukan hate speech dibeberapa postingan media sosial.

Ujaran kebencianadalah sebuah tindakan komunikasi yang dilakukan oleh sesuatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain dalam hal berbagai aspek.

Hate speech adalah sebuah perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan dan sikap prasangka entah dari pihak pelaku, pernyataan tersebut, atau korban dari tindakan tersebut. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *