racik
Pasutri Acok dan Hasni, tersangka peracik miras oplosan dengan kulit kayu. (Foto:Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tim Puma Polsek Kota Nunukan menggerebek dan menangkap pasangan suami istri peracik  minuman keras (miras) oplosan jenis tuak dicampur kulit kayu mahoni di Jalan Mambunut RT 15, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, pada Senin (07/5/2018).

Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi melalui Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu Karyadi mengatakan, tersangka adalah suami istri sekaligus pemilik rumah produksi miras oplosan berbahan campuran dari kulit buah-buahan hingga kulit pohon.

“Campuran miras ini dari kulit kayu mangga, kulit malapao atau kulit jambu monyet dan kulit kayu mahoni. Setelah diulah jadikan miras tradisional atau tuak,” ujarnya. Dalam penggerebekan,  Polisi menyita miras dua gentong besar  yang berisi penuh. “Kita amankan barang bukti masing masing gentong berisi 35 liter  dan 22 lite, ditambah  satu plastik kulit kayu mahoni untuk campuran mengoplos miras,” kata Kapolres.

Berdasarkan keterangan tersangka Hasni (48) dan suaminya Acok (50), mereka  membeli tuak dari beberapa orang. Setelah itu,  tuak yang terkumpul dicampur  dengan bahan-bahan tambahan kulit malapao atau kulit jambu monyet dan kulit kayu mahoni.“Hasil racikan campuran dilakukan fermentasi beberapa lama, setelah itu dijual seharga Rp15.000 perbotol,” ucapnya.

Terungkapnya produksi miras oplosan ini berkat informasi masyarakat bahwa  Hasni di rumahnya memproduksi minuman jenis tuak. Dari informasi itulah, tim Puma Polsek Kota Nunukan bergerak mengintai aktifitas rumah.  “Kita pantau dulu aktifitas rumah itu, setelah dirasa cukup bukti, langsung dilakukan penggerebekan dengan total minuman sekitar 127 liter,” tuturnya.

Sebelumnya, tim Resnarkoba Polres Nunukan mengamankan miras berbagai merek dalam operasi di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan dan dari kegiatan itu, Polisi menyita 90 kardus miras dengan nilai harga sekitar Rp 100 juta

Operasi pembersihan miras ini sesuai perintah Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang mengintruksikan agar Polisi serius memberantas peredaran minuman beralkohol, hal ini juga berhubungan dengan perayaan keagamaan. “Inikan menjelang Ramadhan, Polisi harus semakin gencar memberantas peredaran miras dan narkoba termasuk rumah-rumah hiburan malam,” beber Jepri.

Kapolres menambahkan, hasil tangkapan miras akan dimusnahkan bersamaan dengan barang terlarang narkotika jenis sabu sebelum memasuki bulan Ramadhan, “ Ada lebih 6 kilogram sabu dan ratusan botol miras siap kita musnahkan,” tutupnya. (002)

 

Berita Terkait