Populasi Lansia Jepang Meningkat Capai Rekor Baru

Warga lanjut usia di Jepang (tangkapan layar/hak cipta NHK)

TOKYO.NIAGA.ASIA — Senin 19 September diperingati sebagai Hari Penghormatan Bagi Lansia, yang juga merupakan hari libur nasional di Jepang.

Kementerian Dalam Negeri Jepang memperkirakan hingga Kamis 15 September 2022 lalu tercatat 36,27 juta orang berusia 65 tahun ke atas di Jepang, meningkat 60.000 dibandingkan tahun lalu.

“Kementerian itu mengatakan 15,74 juta di antaranya adalah laki-laki dan 20,53 juta adalah perempuan,” kata kantor berita NHK dalam laporannya dikutip Senin.

Jumlah itu merupakan 29,1 persen dari penduduk Jepang, meningkat 0,3 persen dari tahun lalu.

Data yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menunjukkan bahwa jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di antara negara-negara dan kawasan dengan populasi lebih dari 100.000 jiwa.

Jumlah itu 5 poin persen lebih tinggi dibandingkan Italia yang berada di urutan kedua.

“Kementerian tersebut juga menyatakan jumlah perempuan lansia pekerja di Jepang mencapai rekor 9,09 juta pada tahun lalu,” NHK melanjutkan.

Rasio pekerja berusia 65 tahun ke atas hingga populasi lansia mencapai 25,2 persen, salah satu yang tertinggi di antara negara-negara besar.

Kementerian itu menyebutkan 50,3 persen orang berusia 65 hingga 69 tahun memiliki pekerjaan. Rasio itu meningkat 0,7 persen melampaui 50 persen untuk pertama kalinya.

Sejak April tahun lalu, sejumlah perusahaan telah diminta untuk mempertahankan pekerja dalam daftar upah hingga berusia 70 tahun, jika mereka menginginkannya.

“Kementerian mengatakan jumlah pekerja lansia diperkirakan akan terus meningkat,” NHK mengakhiri laporannya.

Sumber : Kantor Berita NHK | Editor : Saud Rosadi

Tag: