Potensi Lonjakan Covid-19 Libur Nataru, Polisi Diinstruksikan Kawal 3T

Antrian penumpang check in di Bandara APT Pranoto sebelum masa pandemi. (foto : HO/APT Pranoto Airport)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Polda Kaltim menginstruksikan Polres mengawal pelaksanaan tracing, testing dan treatment (3T) instansi terkait di 10 daerah kabupaten dan kota. Tujuannya, meminimalisir lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga, saat dan usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Polda Kaltim menggelar Rakor antara lain bersama BPBD, BMKG dan Dinas Kesehatan, Kamis (4/11), membuat formulasi guna menekan laju kasus Covid-19 pada gelombang ketiga yang diperkirakan terjadi Desember 2021-Januari 2022.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak mengingatkan semua pihak terkait kesiapan menghadapi itu. Termasuk kepada masyarakat agar terus menjaga protokol kesehatan, hingga kepada 10 Polres jajaran.

“Pak Kapolda memberikan atensi kepada Polres jajaran terus mengawal 3T di daerah masing-masing. Jangan kendor, dan harus terus fokus,” kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo, Jumat (5/11).

Yusuf menerangkan, Polres di daerah yang mengalami penurunan level PPKM juga harus menjalankan percepatan kegiatan vaksinasi. “Di Balikpapan misalnya, vaksinasi mendekati 80 persen. Kita dorong vaksin yang ada di Polda ke daerah dan Polres lain, agar (vaksin) segera diberikan ke masyarakat,” ucapnya.

Ditemui Niaga Asia, Jubir Satgas Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan, dua gelombang penularan Covid-19 sebelumnya memberi banyak pelajaran menghadapi gelombang ketiga mendatang.

“Tempat isoter (isolasi terpadu) di asrama atlet GOR Sempaja Samarinda (berkapasitas 300 tempat tidur) misalnya, meski belum dimanfaatkan, tetap disiagakan. Di rumah sakit pun, tentu sudah punya skenario menambah kapasitas dan ketersediaan oksigen,” kata Andi.

Berkaca dari medio Juli-Agustus 2021, kasus terkonfirmasi naik dengan cepat sehingga terjadi lonjakan. Satgas berusaha maksimal mengisolasi pasien untuk meminimalisir penularan.

“Tidak menutup kemungkinan, jangankan Indonesia, negara maju saja terjadi gelombang ketiga. Lonjakan kasus kemarin kan karena yang terkonfirmasi banyak isolasi di rumah, sehingga banyak terbentuk klaster keluarga,” demikian Andi.

Per 4 November 2021, Kaltim mencatatkan penambahan 17 kasus positif baru sehingga total kasus menjadi 158.011 kasus. Pasien sembuh ada 152.405 kasus setelah bertambah 15 kasus. Nol kasus meninggal menjadikan angka kematian tetap 5.451. Sehingga total kasus aktif atau pasien berstatus perawatan Covid-19 menjadi 155 orang.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: