Risa Fahrizal saat memberikan penjelasan kepada wartawan di kantor DPC PPP Samarinda, Jalan Kadrie Oening, Senin (18/11). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kota Samarinda, hari ini memulai masa pendaftaran bakal calon Wali Kota Samarinds 2020-2025. PPP sendiri, tidak menutup peluang bakal calon justru berasal dari internal partai berlambang ka’bah itu sendiri.

“Setelah kita sowan, roadshow politik ke beberapa parpol, dan kandidat, kita sepakat buka pendaftaean bakal calon Wali Kota mulai 18 November hingga 7 Desember 2019,” kata Ketua Laznah Pemenangan Pemilu PPP Kota Samarinda Risa Fahrizal, dalam keterangan resmi di kantor DPC PPP Samarinda, Jalan Kadrie Oening, Senin (18/11).

Risa menerangkan, mengingat kursi PPP di DPRD Samarinda hanya punya 2 kursi dari 9 kursi syarat mengajukan bakal calon Wali Kota, PPP dipastikan berkoalisi dengan sejumlah parpol. “Sekarang dalam penjajakan. Kita buka pendaftaran ini, untuk kemudian diverifikasi dan kemungkinan diusung PPP,” ujar Risa.

“Dalam masa pendaftaran ini, kami inisiatif mendatangi bakal calon, untuk memberikan formulir pendaftaran. Ya, kita jemput bola. Setelah itu, kita adakan pengenalan kandidat, hingga ke pengurus anak cabang,” tambah Risa.

Sederetan parpol lain yang tengah dijajaki PPP untuk berkoalisi adalah Partai Demokrat, Golkar, PAN, Nasdem, serta Gerindra. Sementara personal yang potensial untuk menjadi bakal calon Wali Kota adalah Barkati, Apri Gunawan, Ahmad Sukamto, serta Andi Harun. “Kami terus intens berkomunikasi dengan mereka,” jelas Risa.

Kendati demikian, lanjut Risa, PPP juga tidak menutup potensi kader sendiri untuk maju sebagai bakal calon. “Potensi kader, ada. Seperti Rusman Yakub dan Herman A Hassan. Berdasarkan teknis, kita tidak terpaku pada kadwr saja. Kita buka seluas-luasnya kepada anak bangsa yang berpote si, menjadikan PPP sebagai kendaraan politik.

Standar persyaratan yang diajukan PPP adalah PPP kepada bakal calon Wali Kota seperti berpengalaman, dan komitmen membangun Samarinda di masa mendatang. “Perlu komitmen yang tegas untuk mengurus Samarinda,” terang Risa.

“Kita tidak ada mahar politik. Kalau pendaftaran, ada registrasi, biayanya lebih rendah dari partai lain. Ya Rp 10 juta-Rp 15 juta, sebagai dana partisipasi misal untuk operasional rapat-rapat bersama PAC dan DPW,” ungkap Risa. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *