Presiden Jokowi berdiskudi dengan Gubernur Kaltim Isran Noor saat mengunjungi Klaster Pemerintahan (Titik Nol) Ibu Kota Baru, di Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, Kaltim, Selasa (17/12) siang. (Foto: AGUNG/Humas)

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur masih dalam proses mendetailkan lagi perencanaannya dan membuat Undang-Undangnya, dan diharapkan nanti bulan Juni sudah selesai.

Presiden Joko Widodo menyampaikan hal itu dalam acara Perayaan Imlek Nasional “Bersatu Untuk Indonesia Maju” di ICE BSD, Tangerang, Kamis (30/1), kutip situs setkab.go.id.

Presiden kembali menjelaskan kembali bahwa tidak ingin memindahkan hanya lokasinya saja, gedungnya, gedung Istana atau gedung Kementerian ke Kalimantan, juga bukan itu.

“Yang ingin kita pindahkan adalah sebuah budaya baru, budaya kerja yang baru, budaya kerja cepat,” tutur

Budaya  kerja yang cepat, lanjut Presiden, yakni dengan membangun sistem yang baru sehingga sebelum orang-orang pindah ke sana sudah diinstal sebuah sistem sehingga kecepatan itu dimiliki, sehingga bisa memenangkan persaingan maupun memenangkan kompetisi dengan negara-negara yang lain.

“Inilah keinginan kita dan di ibu kota baru nanti juga perlu saya sampaikan memang kita ingin masuk ke sebuah ibu kota yang pro pada lingkungan, ramah lingkungan. Akan banyak nanti orang berjalan kaki, akan banyak nanti di sana orang naik sepeda. Kendaraan pun sudah kita rancang agar di sana nanti mobil yang ada atau sepeda motor yang ada adalah kendaraan listrik dan kendaraan yang otonom tanpa supir, tanpa awak,” pungkas Presiden Jokowi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy, Mensesneg Pratikno, Menag Fachrul Razi, dan Mendikbud Nadim Makarim. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *