AA
Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung menjawab wartawan usai menghadiri acara Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Presiden Jokowi juga menitipkan pesan agar para pejabat penerima DIPA jangan hanya sent yang diurus tetapi delivered. Artinya, menurut Presiden, Menteri, kepala-kepala lembaga, Gubernur, Bupati, Walikota pastikan bahwa bukan hanya realisasi belanjanya yang habis tetapi dapat barangnya, dapat manfaatnya rakyat.

“Itu yang paling penting karena dulu itu bangga kalau realisasinya 99% atau 100% tetapi rakyat merasakan atau tidak dari belanja-belanja itu,” ujar Presiden saat menyerahkan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA), Dana Transfer Daerah dan Dana Desa kepada Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11) pagi.

Sekarang yang paling penting, menurut Presiden, melihat barangnya dengan kualitas bagus, melihat programnya berjalan dengan kualitas bagus dan rakyat merasakan.

“Itu yang paling esensi di situ karena sekali lagi sekarang meng-collect yang namanya pajak, PNBP itu bukan sebuah hal yang mudah, sehingga berkali-kali  saya sampaikan juga memang kita penting collect more tetapi spend better harus itu. Fokus dan harus lebih baik,” tutur Presiden Jokowi. D

alam kesempatan itu Presiden Jokowi menyerahkan DIPA secara simbolik kepada 12 kementerian/lembaga, yaitu; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Kementerian LHK, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dalam Negeri, dan DPR RI. Selain itu, Presiden Jokowi juga menyerahkan dokumen transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) ke beberapa kepala daerah secara simbolik. Acara tersebut dihadiri seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju, para pimpinan lembaga, dan gubernur dari beberapa provinsi di tanah air. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *