Presiden Jokowi saat meninjau bibit di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Jurang Jero, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (14/2). (Foto: Humas/Rahmat).

MAGELANG.NIAGA.ASIA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa saat ini bahwa sekarang saatnya memulai hal-hal yang berkaitan dengan ekosistem satwa, flora-fauna, kemudian juga penanaman kembali atau reboisasi di kawasan-kawasan yang sering banjir dan tanah longsor.

“Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurang Jero memiliki kemampuan untuk menampung 6 pasang Elang Jawa, tetapi yang dilepas hari ini hanya satu pasang,” ujar Presiden Jokowi usai secara simbolis melepas Elang Jawa di TNGM Jurang Jero, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (14/2), kutip situs setkab.go.id.

Kalau nanti ada lagi Elang Jawa yang dilepas, menurut Presiden bukan saja elangnya saja tetapi juga burung-burung yang kecil, yang dipakai untuk makanan elang. “Tadi kan sudah saya sampaikan juga di sana, tanam vetiver, tanam tanaman-tanaman yang juga fungsi hijaunya ada tapi fungsi ekonominya juga ada,” ujar Presiden seraya menambahkan akan terus mendorong hal ini.

Presiden Jokowi saat menyaksikan pelepasan secara simbolis Elang Jawa di TNGM Jurang Jero, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (14/2). (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden menyampaikan bahwa tanaman Vetiver bagus untuk daerah-daerah yang sering longsor, dan untuk di hulu dari waduk-waduk yang mencegah sedimen tidak masuk ke waduk-waduk. “Yang lain juga ini yang kita tanam di sini, ini apa, ini, petai ada fungsi hijaunya, fungsi ekonominya juga ada,” ujar Presiden.

Tanaman lain, sambung Presiden, seperti jambu kristal ini ada fungsi penghijauan, tetapi fungsi ekonominya juga ada untuk rakyat. “Ini durian, Nah ini durian, ini durian yang saya seneng ini durian, namanya senang duriannya juga senang. Ini lengkeng, memang yang ditanam fungsi ekosistemnya, fungsi hidronya ada, tapi fungsi ekonominya juga ada,” sambung Presiden.

Di kawasan tersebut, menurut Presiden, juga ada tanaman yang disukai rakyat seperti jengkol, bambu petung, yang keduanya memiliki fungsi ekonomi kuat. Menurut Presiden, tanaman pinus dan nangka juga banyak disenangi di Yogya.

“Nangka ini yang banyak disenangi Yogya (Yogyakarta), karena dipakai untuk gudeg, tapi kayunya juga bagus ini untuk mebel, warnanya kuning, seratnya bagus. Ini sirsak, ini bagus. Ini pronojiwo, endemik di sini, bagus untuk obat,” ujar Presiden menjelaskan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga mendengarkan laporan pengelolan Volcano Science Techno Park, Sistem Pengendalian Banjir Lahar Gunung Merapi, dan sejarah tentang Gunung Merapi.

Turut hadir dalam agenda ini, Mensesneg Pratikno, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljo, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Gubernur Provinsi DIY Sultan Hamengkubuwono X. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *