
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Program diskon tiket transportasi secara Nasional pada momen Nataru, tidak signifikan berpengaruh terhadap penurunan harga tiket di kalimantan Timur (Kaltim) dikarenakan tekanan akibat kebijakan kenaikan tarif PPN, krisis suku cadang pesawat di 2025, dan peningkatan biaya operasional.
Demikian dilaporkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Dr. Yusniar Juliana, SST, MIDEC dalam konferensi pers secara daring, Senin (05/01/2026).
Selain itu, ungkap Yusniar, terdapat peningkatan permintaan jasa transportasi yang ditunjukkan dengan adanya lonjakan penumpang di Bandara Sepinggan selama periode libur akhir tahun 2025, yang mencapai lebih dari 21 ribu orang pada puncak arus mudik.
Peristiwa lain yang disampaikan Yusniar, adalah aktivitas belanja masyarakat mengalami peningkatan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru yang menyebabkan kenaikan harga beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai, dan lainnnya
“Selama libur Natal dan Tahun Baru, terdapat peningkatan kunjungan ke IKN (37 ribu pengunjung), pantai Manggar, dan pusat perbelanjaan yang mendorong permintaan makan di luar (restoran, kafe, dan pedagang kuliner),” paparnya.
Yusniar juga menjelaskan, selama Desember 2025, cuaca ekstrem yang berpengaruh pada produksi dan kelancaran distribusi beberapa komoditas. Terbatasnya pasokan beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai rawit, dan lainnya dari daerah pemasok utama akibat cuaca ekstrem sepanjang Desember 2025 menyebabkan terjadinya lonjakan harga.
“Kemudian, rata-rata harga emas terus mengalami peningkatan. Pada Desember 2025 harga emas tercatat Rp2.501.000/gram dan November 2025 Rp2.383.000, atau naik sangat signikan dibandingkan harga emas Desember 2024 yang baru Rp1.515.000/gram,” ujarnya.
Per 1 Desember 2025 pemerintah menetapkan harga Pertalite dan Bio Solar tetap. Sedangkan harga Pertamax naik dari Rp12.500 jadi Rp13.050/liter, harga Pertamax Turbo naik dari Rp13.400 jadi Rp14.050, Pertamina Dex naik dari Rp14.500 jadi Rp15.300, dan Dexlite naik dari Rp14.200/liter jadi Rp15.000.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Ekonomi KaltimTransportasi