aa
Gubernur Kaltara, Dr. H Irianto Lambrie saat menyerahkan DIPA, Dana Transfer Daerah dan Dana Desa kepada bupati, walikota, pimpinan instansi vertikal, dan  satuan kerja  yang ada di Kaltara di Tanjung Selor, Kamis (21/11). (Foto Infopubdok Kaltara)

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA-Sesuai laporan dari Dinas Kesehatan Kaltara, sejak dimulai pada 2014, pelayanan kesehatan “Dokter Terbang”, hingga Desember 2019 telah melayani sebanyak 9.584 warga di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan di Kaltara.

“Khusus pada 2019 ini, dengan anggaran sebesar Rp 739 juta, serta ditambah Rp 700 juta dari APBD-Perubahan, sudah terlayani sebanyak 3.529 warga,” kata Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr H Irianto Lambrie, Senin (30/12/2019). (lengkapnya lihat grafis)

Untuk tahun 2020, lanjut gubernur, melalui APBD   dialokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar. Dengan anggaran yang lebih besar, harapannya, sebaran layanan lebih meluas. Utamanya di daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau layanan ini.

aa
Grafis Infopubdok Kaltara

“Program layanan “Dokter Terbang” merupakan bagian dari upaya Pemprov Kalimantan Utara dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” terangnya.

Dalam program ini, Pemprov menyediakan Dokter, Petugas Medis memberikan pengobatan secara gratis kepada warga di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan terisolir dengan sistem Jemput Bola. “Banyak masyarakat yang terbantu lewat program ini, sebab bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Irianto. (001)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *