Tim Satgas Covid-19 Samarinda saat hendak melakukan penjemputan, Jumat (31/7) sore. (Foto.: istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Satgas Covid-19 di Samarinda jadi sorotan. Mereka diprotes tiga orang aktivis di Samarinda, lantaran disebut positif Covid-19. Padahal, mereka tidak tahu menahu hasil dari pemeriksaan swab laboratorium.

Ketiga aktivis itu diantaranya adalah Yohana Tiko, dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Timur, dan kedua rekannya sesama aktivis, Fathul dan Bernard.

Penjemputan tim Satgas Covid-19 Samarinda dilakukan Jumat (1/8) sore kemarin. Memang, ketiga aktivis itu sebelumnya memang disebut mengikuti pengambilan swab tim Satgas yang datang Rabu (28/7).

“Jumat kemarin, mereka (Satgas Covid-19) menjemput kami, dengan membawa petugas Satpol PP, kepolisian, Lurah, dan Ketua RT,” kata Yohana, dalam penjelasan virtual di akun YouTube bersama Walhi Nasional, Sabtu (1/8).

Sebelum dibawa, sempat terjadi adu mulut lantaran para aktivis meminta tim Satgas yang menjemput, menunjukkan hasil pemeriksaan swab mereka. Namun sayang, tim Satgas menurut Yohana, tidak bisa menunjukkannya.

“Mana hasil kami positif Covid-19? Malah memaksa kami dengan menghadirkan beberapa warga sekitar. Kami tidak tahu apakah itu benar warga sekitar, atau bukan?” sebut Yohana.

“Kami mau dibawa ke RSUD IA Moeis. Ternyata, kami minta hasil lab, tetap tidak ada yang bisa menunjukkan. Kami ditelantarkan di rumah sakit,” klaim Yohana.

Fathul juga mengaku tidak tahu menahu hasil swab mereka. “Saya pribadi, tidak pernah merasa hasilnya (hasil swab) disampaikan ke saya sendiri. Dijanjikan mau kasih tahu hasilnya melalui WhatsApp, tapi tidak ada,” terang Fathul.

Masih senada dengan Fathul, Bernard pun mempertanyakan penjemputan itu, untuk tujuan dikarantina. “Di RS Moeis, kami juga tidak diperlihatkan hasil swab kami. Kami mau dibawa (karantina) tapi perlihatkan dulu hasil swab kami. Tapi ini yang terjadi tidak demikian,” sebut Bernard juga menegaskan.

Belum ada penjelasan resmi dan gamblang dari Satgas Covid-19 kota Samarinda. Namun demikian, peristiwa itu telah dikonfirmasikan Satgas Covid-19 Samarinda.

“Masyarakat merasa resah, karena yang bersangkutan tidak patuh isolasi mandiri, tetap keluar masuk terima tamu. Begitu penjelasan dari Dinkes Samarinda,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, Jumat (31/7) malam.

Andi menegaskan, Covid-19 saat ini bukan hanya aspek kesehatan tetapi juga aspek sosial. “Dan, sesuai dengan juknis Kementerian Kesehatan versi 5, bahwa masyarakat terlibat aktif dalam kegiatan surveilans berbasis masyarakat,” tutup Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *