Protes Alih Fungsi Lapangan Kinabalu, Warga Merasa Diperlakukan Gubernur Kaltim seperti Penjahat

aa
Abdurahman

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Warga Kampung Jawa yang memprotes alih fungsi lapangan Kinabalu Samarinda dari lapangan terbuka untuk kegiatan olahraga, khususnya sepak bola merasa sebagai lokasi pembangunan masjid diperlakukan Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak seperti penjahat sebab, mengerahkan polisi untuk mengamankan, Kamto yang selama ini memprotes bersama ratusan warga lainnya.

“Warga protes alih fungsi lapangan ada dasar hukumnya, Perda RTRW Samarinda, pembangunan masjid dilakukan sebelum mendapat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) sesuai Perda IMB Samarinda, dan sejarah lapangan itu sendiri, serta sikap DPRD kaltim yang telah merekomendasikan pembangunan dihentikan dulu sampai ada IMB,” kata Abdurahman, warga Kampung Jawa kepada wartawan, Kamis (23/8).

Menurut Rahman, Kamto diamankan polisi sekitar pukul 10 Wita. Saat itu Rahman dan warga hendak membuka pintu akses ke proyek menggunakan sebilah kayu dalam rangka  menyampaikan ke kontraktor untuk berhenti sementara melanjutkan proyek masjid, seperti yang juga disampaikan DPRD Kaltim. “Masak mau menyampaikan aspirasi yang sudah dilegalkan DPRD Kaltim ditangkap. Kami ini warga yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di sekitar lapangan Kinabalu,” sambungnya.

Diungkap pula, meski DPRD Kaltim sudah merekomendasikan ke Pemprov Kaltim agar menghentikan kegiatan proyek sampai masalah hukum lapangan Kinabalu dan IMB clear, kegiatan proyek tetap berjalan. “Kami setiap hari dipantau sama drone. Itu kami anggap intimidasi dari gubernur dan kontraktor terhadap warga,” terang Rahman. “Proyek dikerjakan siang malam, warga tidak bisa istirahat malam hari,” tegasnya. (001)