PT An Nur Kaltara Mulai Berangkatkan Jamaah Umroh Awal Tahun 2021

Rombongan jamaah umroh dari Nunukan sebelum masa pandemi COvid-19. (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Pemerintah Arab Saudi kembali membuka kedatangan jamaah umroh terhitung 01 November 2020.  Kebijakan ini diambil setelah sejak bulan Februari 2020 ditutup berkaitan dengan penularan pandemi Covid-19.

Meski ibadah umroh kembali dibuka, sejumlah perusahaan travel perjalanan haji dan umroh di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memilih tetap menunda pemberangkatan sambil menunggu situasi membaik atau setidaknya awal tahun 2021.

“Untuk saat ini kami tidak berangkatkan jemaah, mungkin nanti Januari 2021 ada keberangkatan, kata Direktur Travel Haji dan Umroh PT An Nur Kaltara Arafah, Hj. Nur Fitriana, Selasa (03/11).

Keputusan menunda pemberangkatan jemaah umroh diambil setelah menejemen perusahaan mempertimbangan beberapa hal berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan dimasa new normal.

Hal ini tentunya berbeda dengan pemberangkatan umroh di tahun 2021 yang masuk masa normal, namun pengiriman jamaah umroh baik di masa new normal ataupun normal tetap harus mengikuti protokol kesehatan dan aturan diterapkan pemerintah Arab Saudi.

“Kalau saat ini masih new normal, nanti januari 2021 masuk fase normal pendemi Covid-19, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucap Nur.

Pemberangkatan jemaah umroh masa new normal dan normal dikenakan tambahan biaya sekitar Rp 6 juta. Biaya tersebut untuk akomodasi dan transportasi termasuk pengurusan visa yang ikut naik.

Tiap jamaah umroh diharuskan berusia 18 – 50 tahun, memiiki bukti bebas Covid-19 hasil PCR/Swab yang berlaku 72 jam dari hasil PCR hingga sampai ke Arab Saudi, memesan hotel berikut karantina minimal 3 hari.

“Ada 11 item aturan protokol kesehatan yang harus dipenuhi, kondisi ini tentu berpengaruh terhadap pembiayaan keberangkatan jemaah,” tuturnya.

Dimasa normal sebelum pandemi Covid-19, biaya pemberangkatan jemaah umroh trevel PT An Nur Kaltara Arafah sekitar Rp 28 juta. Dengan adanya pendemi, tentu biaya tersebut tidak lagi berlaku untuk all in, ada tambahan biaya-biaya.

Hingga saat ini, kata Fitriana, perusahaan travel An Nur belum memiliki besaran biaya total all in dari Nunukan ke Arab Saudi, kami masih menghitung-hitung biaya baik hotel, catering dan akomodasi selama disana.

“Kami masih menuggu kabar disana, biasanya hotel dan catering kita boking sendiri, nah sekarang dimasa pendemi kebutuhan itu diatur oleh Arab Saudi,” ungkap Nur.

Wajib karantina di Arab Saudi 3 hari

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Nunukan, H. Sayid Abdullah menyebutkan, tiap jemaah umroh pemberangakat di masa new normal wajib melaksanakan karantina selama 3 hari dihotel tempat menginap.

“Setelah rombongan tiba di Arab saudri, mereka harus karantina di hotel tempat penginapan selama 3 hari, nanti pulang ke Indonesia karantina lagi,” sebutnya.

Pemberangkatan jemaah umroh di Nunukan dihentikan sejak Maret 2020 dan selama penundaan tersebut terdapat 79 orang warga yang dibatalkan ke tanah suci, nama-nama calon jemaah inilah yang nantinya diprioritaskan untuk pertama kali diberangkatkan.

“Kita sudah sampai ke perusahaan travel umroh Nunukan untuk mengutamakan 79 orang daftar tunggu, sedangan untuk pendaftar baru mengikuti jadwal berikutnya,” pungkasnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *