aa
Manajemen PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan Pimpinan SKK Migas, Kalsul bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) yang diberangkan ke Palu dan Donggla, Sulawesi Tengah dalam rangka memberikan bantuan di fase tanggap darurat gempa dan tsunami. (Foto Humas PT PHM)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA-PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja Mahakam, dengan dukungan SKK Migas, turut berpartisipasi dalam fase tanggap darurat bencana alam gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Bantuan yang diberikan berupa pengiriman Tim Reaksi Cepat (Quick Response Team) yang beranggotakan enam orang, terdiri dari 2 tenaga medis dan 4 rescuer. Tim ini telah diberangkatkan dari Balikpapan ke Palu, melalui Makassar,” ungkap John Anis, General Manager PHM, Selasa (02/10).

Bersama Tim PHM tersebut, diberangkatkan juga tim dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang terdiri dari 1 tenaga pengaman, serta tim dari PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) yang terdiri dari 1 tenaga medis dan 3 rescuer.

Menurut John, Tim Reaksi Cepat ini dilengkapi dengan berbagai peralatan dan logistik sesuai dengan kajian risiko dan cakupan tugas di lokasi bencana. Mereka akan berada di bawah koordinasi Posko Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang berada di Korem 132 Tadulako.

Selain itu, PHM juga mengirimkan 2 inspector untuk membantu memperbaiki dermaga di Palu di bawah koordinasi Puskodal Makassar, 1 helikopter yang telah diterbangkan ke Makassar untuk membantu mobilisasi tenaga bantuan yang dikirim oleh Pertamina ke lokasi bencana, serta 1 kapal AHTS Ungaran yang telah diberangkatkan dari dermaga Tanjung Batu, Balikpapan.

“Kapal ini akan digunakan untuk membawa berbagai bantuan kemanusiaan, baik dari PHM, berupa obat-obatan dan berbagai barang kebutuhan pokok, maupun dari PT Pertamina MOR VI, PT Pertamina EP Asset V, PHSS, dan  Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain yang berada di Kalimantan Timur.,” kata John lagi.

Diterangkan pula, bantuan berupa tim intervensi, helikopter, kapal, dan barang ke wilayah bencana dilakukan guna mewujudkan tanggung jawab kemanusiaan dari perusahaan, dan juga sejalan dengan harapan Pemerintah untuk membantu meringankan beban para korban bencana sesegera mungkin. “Di bawah koordinasi bersama, kami akan terus memonitor apabila masih diperlukan bantuan selanjutnya,“ tegas John.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter, telah menimbulkan gelombang tsunami yang menghantam pesisir Palu dan Donggala pada Jumat (28/09) petang. Sejauh ini ribuan jiwa dinyatakan meninggal dunia atau masih hilang akibat tertimbun reruntuhan bangunan, tsunami, maupun tanah longsor sebagai akibat gempa bumi tersebut.  (001)

Berita Terkait