aa
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto HO/Net)

BONTANG.NIAGA.ASIA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur, Bakir Pasaman sebagai saksi dalam perkara dugaan suap antara PT Pupuk Indonesia Logistik dengan transporter pupuk, PT Humpuss Transportasi Kimia.

Dikonfirmasi melalui Manager Humas PT Pupuk Kaltim, Wahyudi melalui via seluler, ia membenarkan bahwa Direktur Utama Pupuk Kaltim dipanggil oleh KPK pada 4 Desember 2019, pemanggilan Dirut Utama PKT sebagai saksi.

“Sesuai yang disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah di media. Beliau hadir memenuhi undangan KPK untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan dan menunjukan bahwa kami koperatif dengan penegak hukum” kata Wahyudi.

Pemanggilan Bakir Pasaman  merupakan pengembangan kasus suap antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia yang ditangani KPK. “Yang bersangkutan ini akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TAG (Direktur PT HTK, Taufik Agustono),” imbuh Wahyudi dengan membaca salah satu media yang memberitakan pemeriksaan Dirut yang menjadi atasannya di PT Pupuk Kaltim.

Sekadar diketahui, KPK menetapkan Taufik sebagai tersangka dalam kasus ini. Penetapan Taufik sebagai tersangka adalah pengembangan dari kasus yang menjerat mantan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso.

Taufik diduga mengetahui dan menyetujui pemberian fee untuk Bowo Sidik secara bertahap, yaitu, 59.587 dollar Amerika Serikat (AS) pada 1 November 2018; 21.327 dollar AS pada 30 Desember 2018; 7.819 dollar AS pada 20 Februari 2019, dan Rp 89,44 juta pada 27 Maret 2019.

Dalam kasus ini, Bowo Sidik sendiri telah berstatus sebagai terdakwa dan sedang menjalani sidang di pengadilan. Adapun dua orang lain yang terlibat dalam kasus ini adalah orang kepercayaan Bowo Sidik, Indung Andriani yang divonis dua tahun penjara dan Marketing Manager PT HTK Asty Winasti telah divonis 1 tahun 6 bulan penjara. (005)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *