Pukuli Korban, Dua Begal Mobil di Samarinda Ditembak

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Zainal Arifin dan tim Reskrim Marabunta menunjukkan barang bukti pistol mainan saat konferensi pers, Senin (25/10). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dua pelaku begal mobil, Wahyu (23) warga Balikpapan dan Rehan (31) warga Barong Tongkok Kutai Barat dibekuk tim Jatanras gabungan Polda Kaltim, Polresta Samarinda dan Polsek Samarinda Ulu. Kedua kaki pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas saat melawan petugas.

Aksi bandit jalanan itu terjadi Jumat (15/10) dini hari lalu. Korbannya adalah Junira (32), warga Tabang, Kutai Kartanegara. Dia melapor ke Polsek Samarinda Ulu dua hari kemudian, dengan luka memar usai dianiaya dua orang mengaku anggota Polri dari Balikpapan.

“Korban ini adalah sopir mobil rental, dan dia habis mengantar pelanggan dari Kutai Barat,” kata Kapolsek Samarinda Ulu AKP Zainal Arifin, di kantornya Jalan Ir H Juanda, Senin (25/10).

Zainal menerangkan, begitu tiba di pangkalan kawasan Jalan Pahlawan, korban dan mobilnya dipepet mobil berisi 5 orang tidak dikenal. Sejumlah orang dari mobil itu turun dan menarik korban ke dalam mobil sambil meminta uang Rp 30 juta dan menganiaya korban.

Dua tersangka begal mobil jadi tahanan Polsek Samarinda Ulu (Foto : Niaga Asia)

“Pelaku ngaku polisi dari Balikpapan. Korban ditodong, dimintai uang. Karena tidak punya, korban diturunkan paksa (di kawasan Prevab), mobil korban diambil,” ujar Zainal.

Tim Unit Reskrim Marabunta dan tim Jatanras Polresta Samarinda melakukan penyelidikan. Gambaran kejadian terekam melalui kamera CCTV di Jalan Pahlawan.

Pada 20-21 Oktober 2021, satu pelaku, Rehan (31), berhasil diringkus di kawasan Jalan Pangeran Antasari beserta pistol yang diketahui pistol mainan. Satu lagi, Wahyu (23), diringkus di Balikpapan. Peluru bersarang di kaki keduanya.

Pistol mainan disita dari tersangka (Foto : Niaga Asia)

“Bekerjasama tim Jatanras Polda Kaltim, dua pelaku berhasil ditangkap. Karena melawan, petugas melakukan tindakan tegas terukur,” terang Zainal.

Aksi Wahyu dan Rehan diketahui sudah dilakukan sejak 2020 lalu. Di Samarinda, sedikitnya ada 7 lokasi kejadian yang sama. “Pelaku ditetapkan tersangka dengan pasal 365 KUHP. Ancaman 12 tahun penjara,” jelas Zainal.

Dari kasus itu, polisi menyita barang bukti antara lain borgol besi dan 2 pistol mainan jenis FN dari tersangka Rehan. Sedangkan dari Wahyu, petugas menyita 1 pistol korek api jenis revolver serta masker logo TNI-Polri. Selain itu juga tiga mobil yang digunakan bandit jalanan itu untuk beraksi.

“Pistol, borgol dan masker itu digunakan untuk meyakinkan korban bahwa pelaku adalah polisi,” demikian Zainal.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: