Pusat Karantina Pemprov Kaltim Penuh Pasien Corona

Prajurit TNI menyemprotkan desinfektan di salah satu kamar isolasi di Tower 4, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu, 20 September 2020. (Foto : beritasatu.com)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pusat karantina (Puskar) di gedung BPSDM Provinsi Kaltim di Jalan AM Rifaddin di Samarinda Seberang kini tidak lagi bisa menerima pasien isolasi baru. Dari kapasitas 100 orang, kini terisi 106 orang pasien.

“Bukan lagi penuh tapi over (kapasitas). Tempat tidur 100, sekarang pasien 106 orang,” kata Kepala Dinkes Kalimantan Timur dr Padilah Manteruna, dikonfirmasi Niaga Asia, Kamis (8/7).

Padilah menerangkan, fasilitas karantina bagi pasien Corona tidak bergejala hingga gejala ringan itu, tidak hanya berasal dari Samarinda. Melainkan juga dari Kutai Kartanegara, Bontang dan Kutai Timur.

“Siapa yang mau masuk silahkan. Tidak mesti dari ASN (Aparatur Sipil Negara). Tapi juga dari masyarakat umum. Paling banyak dari Samarinda,” ujar Padilah.

“Dulu kan setahun lalu BPSDM dibatasi hanya untuk ASN. Karena waktu itu klaster Pemprov Kaltik banyak sekali (yang terpapar). Seiring waktu kebijakan baru, yang dirawat di BPSDM tidak harus ASN. Tapi juga masyarakat biasa, umum,” tambah Padilah.

Dijelaskan, penuhnya kapasitas Puskar BPSDM milik Pemprov Kaltim itu terjadi dua pekan terakhir. “Seiring naiknya kasus Covid-19 di Kaltim. Puncaknya tiga hari lalu. Dikabarkan ke saya sudah lebih 100 orang dirawat,” ungkap Padilah.

“Kapasitas 80 ditambah terus sampai 100 tempat tidur sudah maksimal. Semua kamar terpaksa kamar tidur dokter pun terpakai buat pasien tanpa gela maupun gejala ringan,” terang Padilah.

“Ini sama dengan isolasi mandiri. Jadi kalau di rumahnya tidak penuhi syarat isolasi mandiri, silakan ke BPSDM. Kita jamin semua makan dan obat-obatan selama dirawat,” jelas Padilah.

Dengan demikian Padilah pun tidak menampik BPSDM Kaltim sementara tidak lagi menerima pasien baru. “Ya karena penuh sekali over kapasitas 106 orang,” ungkap Padilah.

RS SMC Juga Penuh

Spanduk di RS SMC (Foto : istimewa)

Kondisi serupa juga terjadi di RS Samarinda Medika Citra (SMC) di Jalan Kadrie Oening. Manajemen RS terpaksa membentang spanduk untuk sementara tidak menerima pasien baru suspek maupun terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dengan kondisi yang darurat, kami terpaksa memasang spanduk (sementara tidak terima pasien) di IGD. Karena ruang isolasi kami full,” kata Manajer Pelayanan Medis RS SMC dr Dwifrista Vani Pali, dikonfirmasi wartawan.

“Untuk pasien baru, tidak ada lagi stok obat. Dan juga ruang isolasi sudah penuh. Metersediaan oksigen juga terbatas untuk perawatan pasien-pasien yang ada,” demikian Vani.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

Tag: