Putin Peringatkan Barat, Rusia akan Menyerang Lebih Keras

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato video yang mengumumkan dimulainya operasi militer di Ukraina timur, di Moskow, Rusia, dalam gambar yang diambil dari rekaman video yang dirilis 24 Februari 2022. (Russian Pool/Reuters TV via REUTERS)

LONDON.NIAGA.ASIA — Presiden Vladimir Putin memperingatkan Barat bahwa Rusia akan menyerang target baru jika Amerika Serikat mulai memasok Ukraina dengan rudal jarak jauh, seperti dilaporkan kantor berita TASS, Minggu.

“Jika rudal semacam itu dipasok, kami akan menyerang target yang belum kami pukul,” kata Putin seperti dikutip dalam kutipan wawancara dengan saluran televisi pemerintah Rossiya-1, dikutip niaga.asia dari REUTERS.

Putin tidak menyebutkan target yang direncanakan Rusia untuk direalisasikan jika negara-negara Barat mulai memasok Ukraina dengan rudal jarak jauh. Dia mengatakan “keributan” seputar pasokan senjata Barat ke Ukraina dirancang untuk meredakan konflik.

Ukraina telah mencari Multiple Rocket Launch Systems (MLRS) seperti M270 dan M142 HIMARS untuk menyerang pasukan dan persediaan senjata di belakang pasukan Rusia.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana minggu ini untuk memberikan sistem roket HIMARS presisi ke Ukraina, setelah menerima jaminan dari Kyiv bahwa mereka tidak akan menggunakannya untuk mencapai target di dalam Rusia.

Meskipun pejabat Rusia telah memperingatkan bahwa keputusan AS untuk memasok Ukraina dengan sistem roket canggih dapat memperburuk konflik, Putin mengatakan itu tidak akan membawa perubahan mendasar di medan perang.

“Kami memahami bahwa pasokan (sistem roket canggih) dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain dimaksudkan untuk menebus kerugian peralatan militer ini,” kata Putin.

“Ini bukan hal baru. Itu tidak mengubah apa pun pada dasarnya,” terang Putin

Dalam kutipan wawancara yang sama yang ditayangkan pada hari Sabtu, Putin mengklaim bahwa pasukan anti-pesawat Rusia telah menembak jatuh puluhan senjata Ukraina dan “memecahkannya seperti kacang.”

Sumber : Kantor Berita REUTERS | Editor : Saud Rosadi

Tag: