RAPBD Kaltim 2020, Belanja Tidak Langsung Rp7,31 Triliun

aa
Gubernur Kaltim, Dr. H  Isran Noor.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Rencana belanja  daerah Kaltim di RAPBD Kaltim Tahun Anggaran 2020 disesuaikan dengan rencana pendapatan, yakni Rp11,51 triliun, atau lebih kecil Rp1,11 triliun dibandingkan APBD Kaltim Tahun Anggaran 2019. Porsi belanja tidak langsung tahun 2020, sebesar Rp7,31 tiliunatau 63,5% dan belanja langsung Rp4,47 triliun atau36,5%.

Demikian disampaikan Gubernur Kaltim, Dr. H Isran Noor dalam Nota Penjelasan RAPBD Kaltim Tahun Anggaran 2020 yang dibacakan Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi di Rapat Paripurna DPRD Kaltim dipimpin langsung Ketua DPRD Kaltim, HM Syahrun HS, Rabu malam (28/8/2010).

Menurut gubernur, beberapa tidak langsung tahun 2020 sebesar Rp7,31 triliun dialokasikan untuk belanja pegawai Rp1,89 triliun, belanja hibah Rp840,87 miliar, belanja sosial Rp9,77 miliar, belanja bagi hasil pajak provinsi ke kabupaten/kota Rp2,86 triliun, belanja bantuan keuangan ke kabupaten/kota Rp1,67 triliun, dan belanja tidak terduga Rp25 miliar.

“Dibandingkan tahun 2019, belanja tidak langsung tahun 2020 mengalami penurunan Rp608,08 miliar atau 7,68%,” kata gubernur. Belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan di provinsi.

Kemudian, belanja langsung tahun 2020, kata gubernur, yang jumlahnya Rp4,47 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp505,91 miliar atau 10.16% dibandingkan tahun 2019 setelah perubahan.

Alokasi belanja langsung tahun 2020, sebagaimana dirinci gubernur, alokasinya untuk bidang pendidikan Rp950,37 miliar, bidang kesehatan Rp985,34 miliar, bidang PUPR Rp1,26 triliun. Sisanya Rp1,274 triliun untuk bidang sosial, tenaga kerja, pangan, perhubungan, kominfo, penanaman modal, pemuda dan olahraga, kelautan dan perikanan, pertanian, kehutanan, kepegawaian, serta bidang lainnya,” ujar gubernur. (001)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *