Ratusan Pita Hitam Dibagikan Driver Ojol Samarinda, Bentuk Solidaritas untuk Affan Kurniawan

Ratusan driver ojek online di Samarinda mengenakan pita hitam di lengan mereka sebagai simbol duka atas wafatnya Affan Kurniawan, rekan seprofesi di Jakarta. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Ratusan pita hitam tampak dibagikan dan terikat di lengan para pengemudi ojek online (ojol) Samarinda. Pita tersebut bukan sekadar kain biasa, melainkan simbol duka dan solidaritas yang disuarakan untuk Affan Kurniawan, driver ojol di Jakarta yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat kericuhan demonstrasi, Kamis (28/8).

Aksi ini dimulai dengan doa bersama di Jalan Durian, tempat para driver dari Gojek, Grab, hingga Shopee Food berkumpul, Jumat siang (29/8). Dengan wajah serius menundukkan kepala, mereka mendoakan almarhum Affan yang gugur saat mengantarkan orderan. Usai doa, pita-pita hitam yang telah dipersiapkan kemudian dibagikan.

“Ini bentuk kepedulian kami, driver ojol di Kota Samarinda, atas meninggalnya teman kami di Jakarta, Mas Affan Kurniawan. Walaupun jauh, kami merasa kehilangan,” ucap Wati Ningsih, pengurus Bubuhan Driver Gojek Samarinda (Budgos).

Dari Jalan Durian, para driver online bergerak menuju simpang empat Mal Lembuswana. Di sana, ratusan pita hitam kembali dibagikan kepada sesama ojol yang melintas. Mereka langsung mengikatkan pita di lengan mereka, seolah ikut larut dalam duka bersama.

Menurut Wati, total ada 50 roll pita hitam yang mereka beli dengan dana pribadi, yakni sekitar Rp500 ribu. Jumlah driver yang hadir dan ikut membagikan pita hitam ini kurang lebih 200–300 orang.

“Masih ada yang datang dan akan menyusul,” katanya.

Doa bersama pengemudi Gojek, Grab, dan Shopee Food di Jalan Durian, Samarinda, sebelum membagikan pita hitam tanda solidaritas untuk almarhum Affan. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

Eko Saputra, salah satu pengurus Budgos lainnya, menegaskan bahwa aksi ini bukan demonstrasi. Melainkan, bentuk solidaritas teman-teman ojol di ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim).

“Dari Samarinda, kami ikut berdukacita atas kepergian saudara kita Affan. Setelah doa bersama, kita akan bagikan pita-pita hitam tersebut,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung tertib. Bagi komunitas ojol, duka atas meninggalnya Affan bukan hanya kabar duka dari jauh. Ia adalah bagian dari keluarga besar pekerja jalanan, yang tiap hari menantang bahaya demi memenuhi pesanan.

Karena itu, meski dipisahkan jarak ribuan kilometer, doa dan solidaritas akan terus dipanjatkan. Samarinda menjadi saksi bahwa duka yang menimpa seorang ojol di Jakarta juga terasa hingga ke Kota Tepian.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: