Pelaksanaan rapid tes dilingkungan kantor Bupati Nunukan (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sebanyak 500 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga honorer dilingkungan kantor Bupati Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, menjalani rapid test dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

“Kegiatan rapid masih berlangsung, perkiraan sekitar 500 orang PNS dan honorer sekretariat kantor Bupati Nunukan, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setkab Nunukan, Hasan Basri Mursali, Kamis (22/10).

Meski pemeriksaan  cepat dilakukan seharian, tapi pegawai tetap memberikan pelayanan sebagaimana mestinya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebagian dari ratusan PNS pemerintah daerah pernah menjalani test untuk keperluan perjalanan luar daerah dan sakit, namun dalam pemeriksaan kali ini untuk semua pegawai.

“Bagi yang belum sempat menjalani  test, mereka diarahkan ke rumah sakit Nunukan. Intinya semua PNS dan honorer di kantor Bupati Nunukan dintruksikan rapid test,” jelasnya.

Selain melaksanakan rapid test, sekretariat kantor Bupati Nunukan juga melakukan penyemprotan disinfektan untuk  pencegahan penularan virus corona.

“Kegiatan test dan penyemprotan disinfektan tidak menggangu kegiaan perkantoran, pelayan tetap dibuka,” kata Hasan.

Secara terpisah, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nunukan, Aris Suyono menerangkan, tim kesehatan melaksanakan penilaan resiko pencegaan penularan di gedung kantor bupati.

“Penilaan resiko dan penyemprotan disinfektan adalah bagian dari tracing penularan pasien Covid-19 yang bekerja dilingkungan kantor Bupati Nunukan,” sebutnya.

Selama kegitan test berjalan, pelayanan kantor – kantor tetap dibuka, terkecuali ruangan kantor yang melaksanakan penyemprotan disinfektan, dan itupun hanya beberapa saat dihentikan kegiatan administarasi kantor.

Terhadap pasien NNK-68 yang berstatus PNS, tim kesehatan Puskesmas Nunukan sejak kemarin telah melakukan tracing kontak erat dilingkungan keluarga ataupun lingkungan kerja dan lainnya.

“Dari kemarin sudah kita tracing kontak erat, pasien berusia 45 tahun jenis kelamin lak-laki alamat Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan” sebut Aris.

Kronologi sakit pasien dimuai tanggal 5 Oktober 2020, pasien masuk RSUD Nunukan dengan diagnosa Kolik Abdomen (sakit nyeri pada perut), tanggal 7 Oktober pasien keluar RSUD Nunukan.

Pasien kembali masuk RSUD Nunukan tanggal 12 Oktober dengan diagnosa GE (Gastroentritis), Dispepsia dan Demam.

Kemudian dilakukan pemeriksaan Foto Thorax dengan hasil Pneumonia dan pemeriksaan rapid tes non reaktif.

Tanggal 17 Oktober 2020 pasien ini dirujuk ke RSUD Tarakan dan dilakukan pengambilan specimen swab hasilnya negatif, tanggal 20 Oktober 2020 kembali diambil swab kedua dengan hasil positif.

“Pengambilan swab di Tarakan sebanyak 2 kali dalam kurun waktu 3 hari. Kalau dilihat masa inkubasi, kemungkinan pasien penularan lokal Nunukan,” ungkap Aris. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *