Realisasi Pendapatan Daerah Kaltim, Hingga 31 Maret Rp2,295 Triliun

Kantor Bapenda Kaltim.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Realisasi pendapatan daerah Kalimantan Timur (Kaltim) hingga 31 Maret 2026 atau Triwulan I  2026 sebesar Rp2,295 triliun atau 16,10% dari target Rp14,252 triliun. Pendapatan daerah yang sudah masuk itu, terbesar dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,756 triliun, dari Pendapatan Transfer Rp537,304 miliar, dan Lain-lain Pendapatan daerah yang Sah Rp1,537 miliar.

Demikian disampaikan Plt Kepala Bapenda Kalimantan Timur, Bambang Erryanto kepada Niaga.Asia, Selasa (7/4/2026).

Menurut Bambang pendapatan daerah dari Transfer (Pemerintah Pusat) sebesar Rp537,304 miliar berasal dari dana Transfer Umum – Dana Bagi Hasil sebesar Rp138,831 miliar atau 8,52 % dari target Rp1,629 triliun, dari Dana Alokasi Umum (DAU) Rp211,622 miliar atau 24,42% dari target Rp866,618 miliar, dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK Non Fisik Rp226,808 miliar atau 35,34% dari target Rp641,719 miliar.

“Sedangkan pendapatan dari Lain-lain Pendapatan yang Sah, yang sudah masuk sebesar Rp1,537 miliar atau 5,28% dari target Rp29,805 miliar, yang berasal dari Pendapatan Hibah PT Jasa raharja dan Sumbangan Pihak Ketiga,” ungkap Bambang.

Khusus PAD

Sumber Bapenda Kaltim

Khusus pendapatan dari PAD, Bambang menjelaskan, hingga 31 Maret 2026 sudah diterima sebesar Rp1,756 triliun atau 16,33% dari target Rp10,753 triliun. Rinciannya dari Pajak Daerah Rp1,556 triliun, dari Retribusi Daerah Rp184,803 miliar, dari hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Rp8,721 miliar, dan Lain-lain PAD yang Sah Rp8,721 miliar.

“ Khusus PAD kita masih mengandalkan dari 3 pos pendapatan, yakni PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB,” ujarnya.

Hingga 31 Maret 2026, pendapatan dari PKB sebesar Rp162,083 miliar atau 19,77% dari target Rp820 miliar, dari BBNKB telah terealisir Rp147,031 miliar atau 16,80% dari target Rp875 miliar, dan dari PBB-KB sebesar Rp1,237 triliun atau 17,68% dari target Rp7 triliun.

Sedangkan realisasi pendapatan dari Retribusi Daerah (Jasa Umum, Jasa Usaha, dan Perizinan Tertentu) hingga 31 Maret 2026 Rp184,803 miliar atau 16,41% dari target Rp1,126 triliun.

“Untuk peningkatan PAD,  Bapenda beserta seluruh UPTD PPRD yang ada di Kabupaten/Kota akan berupaya lebih maksimal menggali potensi-potensi dari pendapatan pajak dan retribusi daerah,” ucap Bambang.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: