Kepala Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman (istimewa)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Realisasi penerimaan zakat, infaq dan sedekah (ZIS) sepanjang 2019 melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tarakan belum mencapai target. Hingga November 2019, Kepala Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman mengungkapkan, baru tercatat Rp7,9 miliar, dari target Rp8,5 miliar.

“Kami belum melihat sumber-sumber di sisa akhir tahun ini. Tapi masih ada kegiatan yang akan kami lakukan yang biasanya berdampak pada penerimaan ZIS,” kata Syamsi.

Dia menerangkan, kegiatan yang juga bagian upaya meningkatkan penerimaan ZIS tersebut, seperti pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bagi mualaf, yang dilaksanakan Baznas Tarakan pada Desember ini.

“Biasanya MTQ mualaf itu, kami menggandeng beberapa sponsor. Kemudian terkait acara MTQ mualaf itu kami (Baznas), akan mendatangkan Direktur Mualaf Center dari Jakarta. Nah, dari beberapa sponsor itulah nantinya yang menjadi penerimaan ZIS Baznas Tarakan,” jelasnya.

Siapkan 15 Ton Jagung Manis

Tidak sampai di situ, penerimaan ZIS juga dapat diperoleh dari kegiatan panen raya kebun jagung, yang akan dilakukan pada 29-30 Desember 2019 nanti.

Diketahui, kebun jagung yang berada di Kelurahan Juata Laut dan Mamburungan itu, merupakan binaan Baznas Tarakan selama tiga tahun terkahir. “InsyaAllah dengan beberapa kegiatan di sisa akhir tahun ini penerimaan ZIS dapat memenuhi target,” ungkap Syamsi.

Petani Baznas Tarakan yang akan melakukan panen raya itu, tergabung dalam program Zakat Community Development (ZCD). Menurut Syamsi, diharapkan ketersediaan jagung manis melalui ZCD, untuk akhir tahun 2019 mencapai 15 ton.

Angka tersebut bercermin pada penjualan pergantian tahun sebelumnya atau 2018 lalu. Di mana permintaan jagung manis melalui ZCD Baznas Tarakan di tahun itu sebanyak 15 ton ludes terjual. “Kalau tahun lalu sampai 15 ton habis terjual, nah tahun ini mudah-mudahan sama,” terang Syamsi.

“Antisipasi permintaan yang akan meningkat di malam tahun baru nanti, sudah kita lakukan selama satu bulan setengah ini, dan akan kita panen di akhir tahun nanti,” tambahnya.

Untuk itu, Baznas Tarakan bersama petani ZCD akan terus memantau kebun jagung yang ada di Kelurahan Juata Laut dan Mamburungan Timur tersebut, agar tidak terkena hama penyakit hingga mengahasilkan belasan ton saat panen nanti. “Kalau jagun binaan kita ini cukup 120 hari sudah bisa dipanen,” ujarnya.

Mengenai area pemasarannya, jelas Syamsi, hanya dilakukan di Tarakan. Seperti di Pasar Gusher dan Tenguyun. Baznas Tarakan juga berperan serta dalam pemasaran jagung manis tersebut, yakni dengan cara menerima pemesanan dari mana saja yang langsung diantarkan di alamat konsumen. “Soal harga kita ikuti harga pasar, artinya tidak menganggu harga pasar,” demikian Syamsi. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *