aa
Ilustrasi

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Realestat Indonesia (REI) mengusulkan penambahan kuota kredit pembiayaan rumah (KPR) bersubsidi untuk 2019. Pasalnya, jatah 167 ribu unit yang disediakan pemerintah telah habis pada pertengahan tahun ini.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI, Bambang Ekajaya, mengatakan kuota sebesar 167 ribu KPR bersubsidi terdiri atas 100 ribu rumah subsidi selisih bunga (SSB) dan 67 ribu rumah fasilitas likuidasi pembiayaan perumahan (FLPP).

Untuk itu, REI bertemu dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) meminta penaikan atau tambahan KPR subsidi sebesar 140 ribu-180 ribu unit untuk kebutuhan sampai akhir 2019. REI berharap dengan penambahan itu kuota FLPP dapat lebih dari 310 ribu rumah, di luar rumah menengah ke atas dan apartemen.

Menanggapi permintaan itu, lanjut Bambang, Kementerian PU-Pera menyatakan segera menggelar rapat pimpinan untuk mencari solusi hal tersebut. Begitu juga harga baru rumah bersubsidi yang belum dapat direalisasikan di lapangan, terutama unit yang belum memperoleh legalitas atau perjanjian pengikatan jual-beli (PPJB).

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian PU-Pera saat ini memangkas kuota KPR subsidi dari Bank Tabungan Negara (BTN) selaku bank penyalur terbesar KPR bersubsidi. Menurut Bambang, yang dilakukan pemerintah sesungguhnya bukan pemangkasan kuota, tapi pengurangan jumlah KPR.

“Pemerintah mengurangi jumlah KPR-nya karena total kuota 2018 sebesar 283 ribu unit tidak terserap semua,” terang Bambang. Jumlah itu terdiri atas 225 ribu rumah SSB dan 58 ribu unit FLPP. KPR bersubsidi tetap terbesar diserap Bank BTN. Akan tetapi, sebenarnya terdapat 24 bank yang diserahi penyaluran KPR bersubsidi.

Seperti diberitakan, Kementerian PU-Pera tetap optimistis Program Satu Juta Rumah mencapai target pada tahun ini. Berdasarkan data yang ada saat ini, status capaian program ini per Mei 27 Mei 2019 sudah mencapai angka 400.500 unit.

Sumber: Media Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *