Andi Harun saat memberikan tanggapan kepada wartawan di kantor DPRD Kaltim, (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Andi Harun merespons tudingan DPC PDIP, bahwa dia mendahului proses survei PDIP, lantaran memilih Rusmadi sebagai pendampingnya, di Pilkada Samarinda, September tahun ini. Menurutnya, dia sama sekali tidak menyalahi aturan.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Siswadi saat memberikan penjelasan resmi dia sore tadi di kantornya, menyebut sulit merekomendasikan Andi Harun, lantaran dikabarkan lebih dulu memilih Rusmadi. Padahal, Rusmadi tidak pernah mendaftar di PDIP.

“Pada tata aturan pendaftaran, tidak pernah ada secara lisan atau tertulis, bahwa partai yang menentukan pasangan,” kata Andi, saat dikonfirmasi wartawan melalui seluler, Rabu (29/1) malam.

Andi juga menilai, langkah yang dilakukan DPC PDIP Samarinda menyalahi etika.

“Seharusnya secara etika politik, disampaikan secara tertulis atau lisan dalam mekanisme pendaftaran di PDIP. Bukan melalui konferensi pers, karena kami mendaftar berusaha memenuhi secara prosedural dan penuh etik, kepada PDIP,” kata Andi.

Sebelumnya, saat penjelasan resmi Siswadi dilakukan di kantornya di hari yang sama. Dalam penuturannya, saat ini PDIP tengah melakukan survei elektabilitas 12 orang yang mendaftar di PDIP, sebagai kandidat bakal calon kandidat Pilkada Samarinda. Termasuk, Andi Harun.

Atas kegiatan konferensi pers tersebut, AH juga merasa kurang dihargai.

“Seharusnya tidak harus mendiskreditkan diantara pendaftar, yang telah beritikad baik dan menaruh rasa hormat kepada PDIP,” sebut Andi.

Kendati demikian, Andi mengklaim hingga saat ini, dia mengaku masih menjalin komunikasi yang baik dengan DPD PDIP Kaltim.

“Materi konferensi pers tersebut terkesan kontraproduktif, dengan komunikasi Ketua DPD dengan kami, yang masih berjalan intens,” tutup Andi. (009)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *