Respons Dinkes Samarinda Soal BPIC Islamic Center Tolak Vaksinasi Astrazeneca

Kepala Dinkes Kota Samarinda dr Ismid Kusasih diwawancarai Selasa (4/8/2020). (Foto : dok/Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – BPIC Islamic Center menolak dan membatalkan vaksinasi Astrazeneca, setelah sebelumnya dijanjikan Dinkes Samarinda vaksinasi menggunakan vaksin Moderna. Dinkes Samarinda buka suara merespons penolakan itu.

Penolakan BPIC Islamic Center dikeluarkan Selasa (24/8) kemarin, melalui surat resmi diteken Ketua Umum BPIC Provinsi Kalimantan Timur Awang Dharma Bakti. Alasan penolakan di antaranya lantaran Astrazeneca hukumnya haram.

“Kami tidak mau masuk mengomentari wilayah haram dan halal. Biar saja. Yang jelas (soal pembatalan vaksinasi di BPIC Islamic Center), kita carikan kesempatan di lain kegiatan. Dialihkan lah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Ismid Kusasih, dikonfirmasi Niaga Asia, Rabu (25/8).

Soal penggantian vaksin Moderna ke Astrazeneca, Ismid meminta untuk dikonfirmasi ke Kabid P2P Dinkes Samarinda dr Osa Rafshodia.

“Yang jelas, kita hanya menjalankan vaksinasi. Diberi (Kemenkes) Moderna, kita vaksinasi. Yang ada sekarang Astrazeneca. Ya, ini yang sekarang ready (stok tersedia),” ujar Ismid.

“Masalah halal haram, saya tidak komentar itu. Kita profesional saja. Sesuai arahan Kemenkes. Kalaupun ada vaksin Moderna, tidak bisa sebanyak itu (untuk vaksinasi di BPIC Islamic Center),” tambah Ismid.

BPIC Islamic Center Kalimantan Timur sendiri rencananya akan melakukan vaksinasi 6.000 ribu orang.

“Kan di Islamic rencana 6.000 dosis. Belum lagi nanti dosis keduanya kan? Itu akan dilangsungkan 6 hari. Setiap hari 1.000 dosis,” demikian Ismid.

Berita terkait:

Tolak Vaksin Astrazeneca, BP Islamic Center Batalkan Vaksinasi Massal COVID-19

Masih berkaitan penolakan BPIC Islamic Center, dikutip Niaga Asia dari penjelasan tertulis Kabid P2P Dinkes Samarinda dr Osa Rafshodia yang diteruskan Ismid Kusasih, Osa mengeluarkan surat edaran bernomor : 443/ 22782 /100.02 yang memuat perihal penjelasan Kabid P2 yang ditujukan kepada seluruh Kepala Puskesmas se-kota Samarinda.

Adapun poin penjelasan Osa adalah sebagai berikut :

Sehubungan dengan pelaksanaan Vaksinasi menggunakan vaksin Astra Zeneca di Kota Samarinda, maka dengan ini kami memberikan keterangan kepada seluruh Puskesmas dan Faskes Penyelenggara Vaksin Covid-19 se-Kota Samarinda, bila ada pertanyaan seputar penggunaan vaksin tersebut :

1. Dinas Kesehatan Kota Samarinda melaksanakan seluruh rangkaian vaksinasi COVID-19 berdasarkan Edaran/Instruksi Kementerian Kesehatan.

2. Seluruh persyaratan/kriteria vaksin maupun jenis vaksin yang digunakan disesuaikan dengan Edaran/Instruksi Kementerian Kesehatan.

3. Setiap jenis vaksin yang digunakan oleh Dinas Kesehatan, selalu mengikuti persyaratan/kriteria penggunaan jenis vaksin tersebut, yang dituangkan melalui Edaran/Instruksi Kementerian Kesehatan.

4. Seluruh Puskesmas dan Faskes vaksinator, selalu mengikuti SOP Pemberian Vaksin dan menuliskan serta melaporkan kepada penerima vaksin terkait jenis vaksin yang diberikan dan jadwal vaksinasi berikutnya (jadwal vaksin kedua). Hal ini tertuang di dalam sertifikat vaksin/surat hasil vaksin baik elektronik maupun manual. Hal ini sesuai Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Kementerian Kesehatan.

5. Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas dan Faskes vaksinator bekerja secara profesional di dalam ruang lingkup kesehatan, dan tidak akan memberikan respon apapun terkait hal-hal di luar ruang lingkup kesehatan sesuai arahan Kementerian Kesehatan.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

 

Tag: