Respons Instruksi Gubernur Isran, Mulai Khawatir Keluar Rumah Sampai Tutup Toko

Kawasan simpang empat Mall Lembuswana, Sabtu (6/2) siang. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Masyarakat merespons beragam instruksi Gubernur Nomor 1/2021. Di hari pertama ini, ada warga yang sampai khawatir dirazia ketika keluar rumah, hingga warga yang menutup toko juga khawatir dirazia aparat gabungan.

Di Samarinda misalnya. Pagi tadi, sejumlah ruas jalan utama dalam kota sempat lengang. Seperti kawasan simpang empat Mall Lembuswana. Suasana itu berbeda dari hari biasanya di akhir pekan.

Hari pertama instruksi Gubernur Kaltim, direspons beragam. Bahkan masyarakat, menyimpan kekhawatiran apabila keluar rumah, nantinya terjaring razia. Meskipun, tujuan keluar rumah jelas.

Yanti (35), seorang ibu rumah tangga warga Loa Bakung, sempat khawatir dan bertanya di grup WhatsApp Messenger komunitas, apakah dia akan dirazia ketika keluar rumah, untuk membeli keperluan anaknya.

Berita terkait :

Instruksi Gubernur Kaltim Warga Tak Keluar Rumah Dua Hari Bikin Gaduh

“Iya, saya mau jalan ke toko buku. Karena ada patroli di jalan, makanya saya tanya ke grup WhatsApp,” kata Yanti, saat ditanya Niaga Asia, Sabtu (6/2).

Kekhawatiran Yanti, bukan tanpa alasan. “Khawatirnya nanti disetopin. Karena kan ada imbauan dari petugas patroli, agar tetap di rumah. Iya, saya sempat kira akan dirazia kalau keluar rumah,” ujar Yanti.

Pemkot Samarinda menyatakan edaran 5 Februari 2021 tidak berlaku, dan mengacu pada edaran 3 Februari 2021. Pelaku diminta tutup usaha hingga pukul 20.00 WITA. (Foto : istimewa)

Lain lagi dengan pemilik toko Alat Tulis Kantor (ATK) di Samarinda, Lukman (40). Dia memilih menutup toko hari ini, lantaran instruksi Gubernur Kaltim Isran Noor, yang diteken Kamis (4/2), dan beredar Jumat (5/2) kemarin.

“Iya, berdasarkan edaran Gubernur, toko terlanjur tutup, karyawan saya liburkan,” kata Lukman.

Lukman sendiri kembali bertanya-tanya. Sebab, beredar 2 surat edaran Wali Kota Samarinda tertanggal 3 Februari 2021 yang membatasi toko hingga warung makan buka sampai pukul 20.00 WITA, dan edaran 5 Februari 2021 sebagai tindaklanjut dari instruksi Gubernur Kaltim Nomor 1/2021.

Belakangan, Humas Sekretariat Kota Samarinda menyatakan, yang berlaku di Samarinda, adalah edaran tertanggal 3 Februari 2021. Sehingga, edaran 5 Februari 2021 tidak berlaku karena bukan draf final.

Pemkot Samarinda menyatakan edaran 5 Februari 2021 tidak berlaku, dan mengacu pada edaran 3 Februari 2021. Pelaku diminta tutup usaha hingga pukul 20.00 WITA. (Foto : istimewa)

“Saya ada tanya ke media sosial resmi (Pemkot). Responsnya bagus, dijawab boleh buka tidak boleh lewat dari jam 8 malam. Kita jadi ada pegangan, kita ikuti ini,” ujar Lukman.

“Ternyata kan boleh buka, meski di instruksi Gubernur, masyarakat diminta tidak keluar rumah. Iya, sempat ada kekhawatiran toko saya dirazia, karena buka,” ungkap Lukman.

“Saya pribadi, tidak masalah. Ayo sama-sama patuh, mendukung aturan pemerintah. Yang penting, ada dasarnya yang jelas,” demikian Lukman. (006)

Tag: