Tangkapan foto salah satu PSK Samarinda di akun Twitternya.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Revolusi perdagangan jasa esek-esek atau pemuas birahi untuk semua orientasi seksual di kota Samarinda luar biasa.

Dari  model konvensional, melalui bisik-bisik atau harus datang ke tempat hiburan, kini dengan memudah bisa ditemukan di platform media sosial, Twitter dan Instagram.

Berdasarkan penelusuran Niaga.Asia di Twitter, penawaran jasa memuaskan birahi sangat vulgar. Pekerja seks komersial tidak malu-malu memajang foto diri, lengkap dengan keterangan dirinya, serta mencantumkan nomor WhatsApp yang bisa dihubungi.

Untuk keterangan diri, lengkap juga, dicantumkan usia, tinggi badan, hingga ukuran payudara. Bahkan jenis-jenis layanan yang diberikan juga dibuka ke publik, misalnya 3some, konvesional 1 lawan, hingga 4some, dan tarif.

“Tarif saya Rp600 ribu per jam, kalau untuk 3 jam Rp1,5 juta, layanannya full service,” kata seorang pekerja seks komersial yang ketika dihubungi Niaga.Asia melalui nomor WhatsAppnya.

Berdasarkan hasil pencarian Niaga.Asia menggunakan google, di Twitter terdapat beberapa hastag untuk memisahkan layanan seks antara yang satu dengan yang lainnya.

Ada hastag #bisyarsamarinda, #pasutrisamarinda, #gaysamarinda, #shemalesamarinda, dan lain sebagainya.

Hasil penghitungan kasar Niaga.Asia, penjaja seks  untuk semua jenis orientasi seks melalui Twitter yang mencantumkan domisilinya di Samarinda, jumlahnya berkisar antara 150-200 akun. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *