i

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Usai  bekerjasama dalam pemberantasan kejahatan perikanan, pengembangan budidaya ikan lepas pantai, serta pengelolaan sampah laut, Indonesia dan Norwegia kembali berkolaborasi dalam pengelolaan ruang laut.

Pembahasan tersebut dilakukaan dalam pertemuan bilateral Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dengan State Secretary for Minister of International Development – Kementerian Luar Negeri Norwegia, Jens Holte.

Holte menyampaikan pandangannya terkait pengelolaan ruang laut yang harus diseimbangkan antara manfaat ekonomi dengan upaya penyehatan laut. “Norwegia memiliki beberapa program unggulan dalam pengelolaan ruang laut yang berkelanjutan, misalnya Fish for Development, Marine Spatial Management Plans, dan Ocean Waste Management,” kata Holte dalam keterangan resmi, Minggu(10/6) malam.

Salah satu bentuk komitmen Norwegia yang dipaparkan perihal mengurangi sampah laut melalui trust fund, yang kemudian digunakan untuk membantu negara-negara mengurangi sampah laut (marine litter) di dunia. Trust fund diberikan melalui berbagai penetapan, salah satunya melalui World Bank, dan dialirkan ke negara-negara yang membutuhkan bantuan untuk pengelolaan sampah di laut, termasuk Indonesia. “Norwegia memiliki perhatian yang besar untuk mengurangi sampah laut. Kami percaya bahwa sampah plastik dapat berdampak buruk pada kualitas makanan laut yang akan dikonsumsi,” lanjutnya.

Atas bantuan tersebut, Menteri Susi juga menyampaikan kesamaan kebijakan terkait pengurangan sampah laut serta pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal. Ia juga menekankan penggunaan marine litter trust fund akan dialokasikan membantu masyarakat di pulau-pulau kecil. Sebab, masyarakat di pulau-pulau kecil yang paling merasakan langsung dampak sampah laut terhadap kesehatan.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan Norwegia dalam upaya Indonesia mengurangi sampah laut,” tutur perempuan yang hadir ditemani Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nilanto Perbowo, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Sjarief Widjaja, Duta Besar Indonesia untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis, dan Koordinator Staf Khusus Satgas 115, Mas Achmad Santosa.

Susi juga mengundang Menteri Luar Negeri Norwegia untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2018. Ia bahkan meminta Norwegia untuk menyelenggarakan side event tentang Ocean Waste Management bersama dengan Indonesia dan Amerika Serikat. Terkait undangan tersebut, Holte menyatakan Menteri Luar Negeri Norwegia akan datang ke Bali untuk berpartisipasi dalam OOC 2018.

Sumber: MEDIA INDONESIA

Berita Terkait