Rizal Effendi: IKN Anugerah Ke-IV bagi Kaltim

Usai menjadi narasumber di Forum Bako Humas Provinsi Kaltim, H Rizal Effendi memberi cinderamata berupa buku yang ditulisnya “Bukan Pak Wali Lagi” kepada Syamsul Anwar, Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Dinas Kominfo Samarinda. (Foto Diskominfo Kota Samarinda)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Wali Kota Balikpapan Periode 2011-2021, H Rizal Effendi berpendapat, ditetapkannya Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan anugerah ke-IV bagi Kaltim dan sekaligus jadi peluang untuk memajukan kesejahteraan rakyat.

“Supaya peluang di IKN itu bisa mensejahterakan rakyat, kita-kita ini yang harus aktif menangkap peluang yang ada, membaca aneka kebutuhan di IKN nantinya. Cari informasi sebanyak-banyak peluang usaha di IKN,” kata Rizal saat menjadi narasumber di Forum Badan Koordinas Humas Provinsi Kalimantan Timur dengan tema “Peran Kehumasan Dalam Menyambut Kehadiran IKN dan Masa Depan SDM Kaltim” yang diselenggarakan Dinas Kominfo Kaltim di Hotel Aston Samarinda, Selasa, Selasa (01/11/2022).

Diuraikan, tiga anugerah dari Tuhan untuk rakyat Kaltim, tapi belum bisa mensejahterakan rakyat adalah, pertama; minyak dan gas. Sekarang Migas sudah mendekati habis, tapi rakyat belum sejahtera juga.

Begitu juga dengan anugerah  yang kedua; yakni hutan yang sangat luas. Sekarang kayu di hutan juga sudah sangat sedikit, buktinya, kayu tak juga membuat rakyat sejahtera.

“Tinggal Pak Yos (Yos Sutomo) yang terlihat sejahtera dari kayu Kaltim,” ujarnya.

Kemudian, anugerah ketiga adalah batubara, ternyata, meski menyerap begitu banyak tenaga kerja dan mengasilkan devisa triliunan, nyaris semuanya dikelola pengusaha luar Kaltim, dan buktinya di sekitar tambang batubara masih banyak orang miskin.

“IKN ini anugerah keempat bagi Kaltim, kita orang daerah harus memanfaatkanya sebesar-besar untuk mensejahterakan rakyat,” kata Rizal.

Menurut mantan Pemred Surat Kabar Harian Kaltim Post ini, supaya peluang yang ada di IKN bisa jadi peluang meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan, pengusaha daerah yang harus jeli dan lebih agresif melihat peluang kerja dan usaha di IKN.

“Kita yang aktif mencari informasi peluang kerja dan usaha di IKN, agar peluang itu tak diambil orang luar daerah,” sarannya.

Beberapa pengusaha di Balikpapan saat ini terus membaca aneka peluang usaha di IKN, termasuk menyediakan material yang diperlukan sepanjang pembangunan infrastruktur di IKN. Sudah ada pengusaha Balikpapan yang mengkapling batu Palu di Palu dan pasir yang diperlukan di IKN.

“Setelah mengkapling batu Palu, juga sedang menyiapkan pelabuhan bongkar muat batu di Balikpapan serta lapangan penumpukannya. Usaha demikian yang diperlukan. Aktif membaca peluang,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, dirinya maupun sebagian masyarakat Kaltim, merasa kecolongan dengan sedikitnya orang Kaltim di dalam Badan Otorita IKN. Awalnya, lanjut Rizal, dia berpikir badan otorita itu bisa diisi orang non PNS, tapi rupanya harus diisi PNS dengan eselon setara Eselon I.

“Pejabat eselon I di Kaltim, ya setara Sekda Kaltim. Kita hanya punya 1 orang. Tapi kita bersyukur ada Myrna bisa duduk sebagai deputi di badan otorita IKN,” ujarnya.

Selain masih ada peluang usaha di IKN bagi pengusaha daerah, peluang ekonomi lainnya tentu masih banyak. Peluang itu juga terbuka bagi BUMD.

“Tentu BUMD dari sekarang sudah harus berbenah dan menyiapkan SDM-nya, atau bersinergi antar sesama BUMD Provinsi, atau BUMD Provinsi bersinergi dengan BUMD Kabupaten/Kota di Kaltim,” pungkas Rizal.

[Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan | ADV Diskominfo Kaltim]

Tag: