RSUD di Kaltim Disiapkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Nasional

Pelantikan pengurus baru Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) Kaltim  2025-2029 di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi melantik pengurus baru  Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Kaltim periode 2025-2029, Rabu 4 Februari 2026.

Kepengurusan baru itu diharapkan  dapat meningkatkan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional, sehingga dapat menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien dari berbagai daerah di Indonesia.

Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni menerangkan, kehadiran pengurus baru ini membawa harapan besar di tengah tantangan manajemen rumah sakit daerah saat ini. Sri meminta RSUD tidak lagi hanya sekadar melayani, tetapi bertransformasi menjadi institusi yang kompetitif.

“Dengan asosiasi yang baru, kita harap tumbuh kesadaran bahwa standar layanan yang baik merupakan tuntutan yang harus dipenuhi, termasuk ketersediaan alat kesehatan yang menjadi perhatian saat ini,” kata Sri Wahyuni, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

Pengembangan RSUD tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, dan Dinas Kesehatan Kaltim harus menjadi motor penggerak yang terintegrasi dengan jajaran rumah sakit di bawah koordinasinya.

Terlebih, sektor kesehatan merupakan layanan dasar yang menjadi prioritas utama melalui program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Seno Aji yakni Gratispol.

Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

“Karena itu, Pemprov Kaltim menaruh harapan besar agar pengurus ARSADA 2025-2029 menyusun program kerja yang progresif dengan aksi nyata, untuk memperbaiki manajemen dan memperkuat pelayanan,” ujar Sri.

Menurut dia saat ini RSUD di Kaltim memiliki layanan unggulan yang mumpuni, seperti layanan kejiwaan, ibu dan anak, bedah, jantung, hingga transplantasi ginjal yang tersebar di beberapa rumah sakit, seperti di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda.

Kemudian, begitu juga RSUD Aji Muhammad Salehuddin II, dan RSJD Atma Husada Mahakam yang ada di Samarinda, serta RSUD Kanujoso Djatiwibowo di kota Balikpapan.

Dengan pelayanan yang lengkap dan mempuni, RSUD di Kaltim diharapkan mampu berdaya saing dan menjadi rujukan pasien di dalam daerah dan dari luar daerah, berdaya saing setara rumah sakit nasional.

“Kita memiliki dokter ahli dan alat yang mumpuni namun sistem yang berbeda. Mudahan dengan lahirnya kepengurusan baru kita bisa menjadi rumah sakit unggulan, tidak hanya di Kaltim saja, tapi wilayah Indonesia wilayah timur dan semacamnya,” demikian Sri Wahyuni

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: