Rusia Tidak Bisa Jamin Warga AS yang Ditangkap Tidak Dihukum Mati

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov © Alexander Ryumin/TASS

NEW YORK.NIAGA.ASIA — Rusia tidak dapat menjamin bahwa mantan prajurit Amerika yang ditangkap di Ukraina tidak akan menghadapi hukuman mati.

Pernyataan itu diutarakan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah wawancara dengan televisi NBC yang disiarkan pada hari Senin.

“Saya tidak bisa menjamin apa-apa. Itu tergantung pada penyelidikan,” katanya ketika ditanya apakah dia bisa menjamin bahwa tawanan perang AS tidak akan menghadapi nasib yang sama seperti warga Inggris Aiden Aslin dan Shaun Pinner dan warga negara Maroko Brahim Saadoun yang sebelumnya dijatuhi hukuman sampai hukuman mati oleh pengadilan di Republik Rakyat Donetsk.

The Daily Telegraph pekan lalu melaporkan bahwa dua mantan tentara AS Alexander Drueke dan Andy Huynh ditangkap di dekat Kharkov.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada 16 Juni bahwa pihaknya siap untuk terlibat dengan Rusia mengenai warga negara AS yang mengambil bagian dalam permusuhan di Ukraina, sekaligus sangat menyarankan orang Amerika untuk tidak pergi ke Ukraina.

Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus sebagai tanggapan atas permintaan bantuan dari kepala republik Donbass.

Negara barat membalas keputusan Rusia dengan memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap negara itu dan meningkatkan pengiriman senjata ke Kiev. Demikian dikutip niaga.asia seperti dilansir TASS.

Sumber : Kantor Berita TASS | Editor : Saud Rosadi

Tag: