Rusman Ya’qub: Polarisasi Imbas Pilpres Masih Ada

Rusman Yaq’ub. (Foto Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Politisi sekaligus anggota DPRD Kaltim, DR. H Rusman Ya’qub, mengingatkan para siswa-siswi SMK Negeri 18  dan SMA Negeri 13 Samarinda bahwa, masyarakat pengguna internet yang aktif di media sosial masih terpolarisasi, masih ada dua kubu berbeda yang selalu saling menghujat dan berlawanan, sebagai imbas Pilpres Tahun 2014 dan 2019.

“Dua kubu itu yang dulu dikenal dengan istilah kubu cebong dan kubu kampret tersebut buah dari persaingan politik Pemilihan Presiden yang telah berlangsung sejak prapilpres tahun 2014,” kata Rusman Ya’qub saat menjadi narasumber di kegiatan Literasi Digital Antihoaks yang dilaksanakan Diskominfo Kalimantan Timur bagi siswa dan siswi  SMK Negeri 18  dan SMA Negeri 13 Samarinda.

Menurut Rusman, kubu cebong itu pendukung Pak Jokowi dan kubu kampret itu pendukung Pak Prabowo.

“ Ini sampai sekarang masih berkelahi di media sosial. Gak ada habis-habisnya. Padahal, yang bersaing dalam Pilpres sudah berdamai. Pak Prabowo menjadi menterinya Pak Jokowi,” cerita Rusman, politisi PPP.

Setelah Prabowo Subianto bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo, istilah kampret berubah menjadi kadrun. Kubu-kubu ini yang berkelahi ini kemudian saling serang menyerang dan diantaranya menggunakan narasi-narasi hoaks.

“Bahkan kuat dugaan ada yang menunggangi untuk mengambil kesempatan kelompok tertentu untuk kepentingan kelompoknya,” Rusman menambahkan.

Rusman mengajak para pelajar untuk jeli-jeli saat menerima pesan di berbagai platform media sosial. Jika menemukan judul-judul berita yang provokatif, sebaiknya menahan diri untuk tidak menyebarkannya lagi ke orang lain.

“Pelajar perlu disiplin melakukan konfirmasi atau tabayun, jika menemukan pesan-pesan berupa teks, foto maupun video di berbagai media sosial,” ajak Rusman. (adv)

Tag: