Mobil PCR Pemkot Samarinda di RS Karantina Covid-19 Kota Samarinda, di Bapelkes Kaltim. (Foto : tangkapan layar video/Dinkes Samarinda)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinas Kesehatan Kota Samarinda memutuskan untuk menunda rencana swab massal aparatur 10 kecamatan, yang sedianya dilakukan 27 Oktober-12 November 2020. Penyebabnya, lantaran mis informasi yang mengira uji swab juga bisa diikuti masyarakat umum.

Pantauan Niaga Asia sejak Sabtu (24/10) malam kemarin, melalui WhatsApp dan media sosial, masyarakat mengira bisa ikut serta uji swab. Bahkan mengira, uji swab dilakukan gratis tanpa biaya. Untuk itu, kegiatan uji swab di 10 kecamatan pun ditunda.

“Dijadwalkan ulang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Kota Samarinda dr Ismed Kusasih, dikonfirmasi Niaga Asia, Minggu (25/10) sore.

Ismed menegaskan, keberadaan mobil Polymerase Chain Reaction (PCR), dengan kapasitas 16 sampel swab per sekali running pemeriksaan, diutamakan lebih dulu untuk penentuan diagnosa pasien. “Itu paling penting,” ujar Ismed.

Di samping itu, Ismed juga menyinggung soal Laboratorium Daerah Kota Samarinda di Jalan Pelita, yang berkapasitas 96 sampel per 6 jam sekali running pemeriksaan.

“Kalau PCR biasa kan 6 jam (di Labda Kota Samarinda). Misal, pasien masuk kondisi berat. Rumah sakit harus memilah, apakah masuk isolasi atau rawat biasa. Itu gunanya mobil PCR, karena pemeriksaan swab hanya 60 menit, hasilnya sudah keluar,” terang Ismed.

Berita terkait :

Mobil PCR Pemkot Samarinda Bakal Swab Massal ASN di 10 Kecamatan, Ini Jadwalnya

“Kemudian, misalkan pasien meninggal. Jadi, probable itu kan tidak menunggu (hasil uji swab) lagi. Swab bisa leluar dalam 1 jam menggunakan mobil PCT. Itu dulu yang utama,” tegas Ismed.

Kedua, lanjut Ismed, mobil PCR kan untuk tracking, dan tidak untuk komersial. “Tujuan pemeriksaan di 10 kecamatan itu, untuk Satgas Covid di kecamatan, dan kelurahan. Karena sistem surveilans kita selama 3 bulan ini, kan mereka yang kontak dengan pasien. Jadi masyarakat mengira untuk uji swab umum,” jelas Ismed.

“Jadi untuk sementara, mobil PCR itu untuk kepentingan tracing dan tracking, dan sekarang ada di Bapelkes (RS Karantina Covid-19 Kota Samarinda),” ungkap Ismed.

“Bukam komersil. Itu seterusnya buat tracing. Di Laboratorium Jalan Pelita juga sama, untuk tracing dan testing. Untuk tes selama ini yang kontak dengan pasien,” tegasnya lagi.

Masih disampaikan Ismed, meski sudah siap beroperasi, untuk mobil PCR masih diujicobakan. “Di mobil PCR kita coba dulu. Satu kali running 16 sampel dalam 1 jam. Sementara yang mengerjakan 1 tim dulu,” beber Ismed.

Ditanya lebih jauh, apakah kedepan nantinya akan melayani pemeriksaan sampel swab masyarakat umum? “Kalau itu nanti, kan belum jadi Badan Layanan Umum. Tapi laboratorium kita, sudah terdaftar di Kemenkes. Hasil pemeriksaan kemarin saja, sudah bisa langsung masuk perekaman data,” pungkas Ismed. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *