Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman ikut menyimak penjelasan, Riska Nur Hartatik, tersangka kurir narkoba Rp2 miliar. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Penyelundupan narkoba terus diungkap aparat di Samarinda, Kalimantan Timur. Belum lama ini, karyawati laundry, Riska Nur Hartatik (26), terungkap jadi kurir narkoba senilai Rp2 miliar, berupa 1 kg sabu dan 560 butir ekstasi. Bandar di luar negeri, dinilai mengincar Samarinda sebagai pusat peredaran narkoba.

Secara umum, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, memang berbatasan darat dan perairan, dengan Malaysia. Luasnya wilayah, dimanfaatkan bandar untuk memasok narkoba dengan berbagai cara.

“Samarinda diincar negara luar, untuk memasukkan barang terlarang itu, dan sangat diminati orang luar,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, Kamis (12/12).

Kepolisian sendiri, terus memetakan, titik rawan kawasan peredaran narkoba. Seperti diketahui, kawasan Pasar Segiri, sempat jadi salah satu kawasan peredaran narkoba. Tidak jarang di situ, aparat baik kepolisian dan BNN, mengungkap kasus narkoba.

“Masih terus didata, dimana ada beberapa tempat jadi lokasi peredaran, kita datakan,” ujar Arif.

Terlebih lagi, lanjut Arif, penting untuk mewaspadai penyelundupan narkoba menjelang Natal dan Tahun Baru 2020. “Ini menjelang Natal dan Tahun baru, mesti lebih waspada,” tegas Arif.

Bahkan Arif menerangkan, tidak menutup kemungkinan, pengungkapan kasus yang melibatkan karyawati laundry itu, sabu sebesar itu disiapkan untuk pesta tahun baru. “Iya, kemungkinan bisa begitu,” sebut Arif.

Terkait itu, Arif mengklaim, penyitaan 1 kilogram sabu, menyelamatkan puluhan ribu orang dari penggunaan barang haram itu. “1 gram sabu bisa digunakan 20 orang. Kalau 1 kilogram, ada 20 ribu orang terselamatkan,” tutup Arif. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *