Banjr yang merendam permukiman Perumahan Griya Mukti Sejahtera kelurahan Gunung Lingai, Samarinda. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Menyikapi penanganan banjir, terutama Kota Samarinda terus diupayakan, baik dari Pemprov Kaltim maupun Pemkot Samarinda. Tidak terkecuali, DPRD Kaltim. Demikian diungkapkan anggota komisi III DPRD Kaltim, Martinus.

Dia menyebutkan, agar tidak salah memberikan solusi, ada beberapa hal mendasar yang patut ditelisik lebih mendalam. Kemudian, pemerintah daerah wajib bersinergi mencari solusi terkait persoalan banjir tersebut.

Apalagi, menurut dia, hingga saat ini belum ada kajian pasti, untuk membedah penyebab terjadinya banjir di Kota Tepian tersebut. Pasalnya, musibah ini merupakan musibah lama yang kerap terulang.

“Minimal kita cari tahu terlebih dahulu penyebab banjir yang tengah terjadi, khususnya di kota Samarinda. Sehingga, kita mengambil langkah pun tidak terkesan terburu-buru tanpa mempertimbangkan hal-hal yang mendasar,” kata politisi PDIP itu, saat dikonfirmasi Kamis (16/1).

Terkait anggaran penanganan banjir, Martinus mengatakan bahwa persoalan itu nanti akan dibahas pada 20 Januari 2020 mendatang, dalam agenda rapat kerja di DPRD Kaltim.

“Untuk anggaran penanganan banjir nanti tanggal 20 Januari, akan dibahas dalam rapat kerja di DPRD Kaltim,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai rencana Pemprov Kaltim yang akan membeli pompa air dari Belanda, Martinus menyebut DPRD Kaltim harus mengetahui dulu spesifikasi dan kapasitas pompa air tersebut.

“Kalaupun mau beli mesin pompa air untuk pencegahan banjir dari Belanda, minimal kita harus mengetahui dulu kapasitas dan spesifikasi pompa itu,” tutupnya. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *