
SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Setengah abad lebih sudah perjuangan terlewati. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan telah melangkah jauh hingga kini berulang tahun ke-53
Di usia yang matang itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Samarinda memilih cara yang menyentuh hati untuk merayakan eksistensi mereka di dunia politik.
Partai berlambang banteng ini memilih berbagi kebahagiaan bersama warga lanjut usia (Lansia), di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri, Provinsi Kalimantan Timur, yang berlokasi di Jalan Mayjend Sutoyo (eks Jalan Remaja), Samarinda.
Suasana khidmat yang sederhana menyelimuti panti saat para kader membawa tumpeng serta 200 paket santap siang. Kunjungan ini menjadi momen silaturahmi yang emosional bersama penghuni panti, yang mayoritas merupakan warga Lansia berstatus terlantar di panti itu.
Ketua DPC PDI Perjuangan Samarinda Iswandi menerangkan, di usia partai yang telah melampaui setengah abad, esensi perjuangan mereka adalah tetap berada di tengah rakyat. Menurutnya, partai harus menjadi penyeimbang kekuasaan yang kritis sekaligus solutif terhadap persoalan masyarakat.
Para kader selama ini konsisten mendampingi rakyat, menghadapi persoalan ekonomi, bencana, dan dampak ekologis sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara.
“PDI Perjuangan menegaskan bahwa politik sejati adalah kerja nyata untuk rakyat memperjuangkan pangan, energi, ekonomi rakyat, dan keadilan sosial,” kata Iswandi kepada wartawan, Sabtu 10 Januari 2026.
Kunjungan ke panti sosial itu adalah kali yang pertama. Meski berada tidak jauh dari Kantor DPC PDI Perjuangan Samarinda, tetapi baru di waktu inilah mereka berkesempatan berkunjung ke panti.

Sementara, Kasi UPTD Panti Sosial Tresna Wedha Nirwana Puri Provinsi Kaltim Decky mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai simbol hubungan baik yang baru. Kehadiran partai politik berlambang banteng ini adalah yang pertama di tahun 2026.
“Alhamdulillah masih ada kelompok masyarakat yang begitu peduli dengan keberadaan panti, utamanya kehadiran para Lansia yang kebanyakan merupakan masyarakat terlantar, yang membutuhkan perhatian,” kata Decky.
Saat ini di panti sosial itu menampung 135 orang lansia dengan kategori usia 60 tahun hingga 80 tahun, melebihi dari kapasitas hanya 126 orang.
“Saat ini overload. Meski sudah melebihi kapasitas, kami tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal sesuai tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial,” ujar Decky.
Fasilitas di panti ini mencakup 18 wisma yang memisahkan penghuni pria dan wanita, didukung oleh pengasuh, ruang kesehatan, ruang keterampilan, serta sarana ibadah.
“Untuk di panti lansia ini menjangkau 10 kabupaten dan kota di Kaltim yang diutamakan, dan harus mereka yang kategori terlantar,” terang Decky.
Decky juga mengimbau masyarakat yang ingin berdonasi untuk tidak ragu datang langsung ke panti. Meski berharap.menerima bantuan atau donasi dalam bentuk tunai, namun masyarakat bisa memberikannya dalam bentuk bantuan logistik harian.
“Kalau mau menyumbang makanan boleh saja. Sabun, popok Lansia dan kantong sampah hitam juga boleh untuk limbah popok. Kita selama ini tidak pernah memungut donasi sedikit pun dari masyarakat,” demikian Decky.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: LansiaPanti SosialPDIPSamarindaSosial