aa

Abdul Malik (Kiri) dan Setiyoko Waluyo (Kanan) saat rapat bersama Direktur Bontang Migas dan Energi, Senin (6/5)

BONTANG.NIAGA.ASIA – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bontang, Abdul Malik mempertanyakan soal encabutan sambungan gas oleh pihak kontraktor di rumah warga kepada Direktur PT Bontang Migas dan Energi (BME) Kota Bontang, yang belakangan banyak dikeluhkan warga Telihan.

“Belum lama ini banyak warga yang mengadu, bahwa sambungan gas di rumah mereka dicabut oleh kontraktor. Tolong dijelaskan,” tanya Abdul Malik di ruang rapat Sekretaris DPRD Kota Bontang Jalan Bessai Berinta, Kelurahan Bontang Lestari, Senin (6/5/2019).

Menjawab pertanyaan Abdul Malik, Direktur PT BME, Kasmiran Rais mengatakan, kasus pencabutan sambungan gas di rumah warga oleh pihak kontraktor, bukan hanya terjadi di wilayah Kelurahan Telihan saja. Melainkan juga di Loktuan serta Berbas.

“Saya telah menghubungi pihak kontraktor. Mereka mengatakan bahwa di rumah warga tersebut tidak ada jalur distribusi. Kemudian sumber gasnya terlalu jauh, sekitar 100 meter dari rumah warga. Sehingga sambungannya mereka cabut,” ujar Kasmiran.

“Saya sudah sampaikan. Seharusnya, kalau rumah warga tersebut jauh dari jalur distribusi, jangan di pasang sambungannya,” tambahnya.

Iapun berharap, kota Bontang bisa kembali mendapatkan bantuan dari pusat sebanyak 5.000 hingga 10.000 sambungan gas rumah (SR). Untuk itu, pihaknya telah bersurat kepada Wali Kota Bontang untuk penambahan kuota tersebut, dan diteruskan ke Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Republik Indonesia.

“Ini yang akan terus kami perjuangkan, agar distribusi gas bisa menyeluruh di kota Bontang,” tutupnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *