Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Penambahan kasus Covid-19 dari klaster Gowa, belum usai. Kini, pelaku perjalanan yang masuk klaster Magetan, turut menyumbang penambahan angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Timur.

Provinsi Kalimantan Timur, tercatat memiliki 218 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Klaster Gowa yang teridentifikasi ada 749 orang di Kaltim, memang masih mendominasi. Dimana, 152 dari 218 itu, berasal dari klaster Gowa.

Pun demikian dari klaster Magetan, yang tercatat ada 96 orang dari klaster Gowa ada di Kalimantan Timur. Per hari ini, 8 dari 218 pasien terkonfirmasi positif itu, juga berasal dari klaster Magetan. Termasuk, 2 pasien positif baru di Balikpapan, yang berasal dari klaster Magetan.

Tabel klaster Gowa terkait kasus Covid-19 di Kaltim per hari ini. (Sumber : Dinkes Kaltim)

“Kami mengimbau seluruh santri pelaku perjalanan Magetan, karena kami melihat dari pelaku perjalanan ini terus bertambah kasus positif, agar semua yang belum lapor untuk segera melapor di call center masing-masing kabupaten dan kota,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, dalam penjelasan dia, Minggu (10/5).

Andi menerangkan, pelaporan itu menjadi sangat penting agar petugas kesehatan, bisa dengan cepat melakukan langkah-langkah penanganan antisipasi sebaran virus SARS-CoV-2.

Tabel pelaku perjalanan dari klaster Magetan per hari ini. (Sumber : Dinkes Kaltim)

“Jadi kami mohon yang bersangkutan, agar bisa menceritakan semua proses perjalanan, juga proses kontak erat yang dilakukan selama ini,” ujar Andi.

“Kami akan melakukan skrining terhadap semua pelaku perjalanan Magetan. Untuk melihat, sejauh mana sebaran Covid-19. Semakin cepat melapor, semakin cepat diantisipasi petugas kesehatan,” ungkap Andi.

Andi juga berharap peran serta masyarakat, terhadap klaster Magetan. “Apabila ada tetangganya dari Magetan, untuk bisa diingatkan segera lapor Call Center. Kalau pelaku perjalanan tidak bergejala, mesti lakukan isolasi mandiri di rumah dengan ketat,” demikian Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *