Sarwono: “Kami Belum Memikirkan Maju Lagi Tahun 2024”

H Sarwono.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Politisi Partai Gelora, H Sarwono yang juga calon wakil wali kota Samarinda berpasangan dengan H Zairin Zain sebagai calon wali kota Samarinda di Pilkada Samarinda 2020  melnggunakan jalur perseorangan/independen yang dipilih 98.245 pemilih pada tanggal 9 Desember lalu mengaku belum memikirkan apakah tetap berpasangan maju di Pilkada Samarinda 2024.

“Saya belum memikirkan maju lagi atau tidak di Pilkada 2024 sebab, masih lama dan begitu juga dengan peluang apakah ada nanti,” kata Sarwono yang saat ini juga menduduki jabatan sebagai Sekretaris Partai Gelora Kaltim mejawab pertanyaan wartawan, Senin (21/12/2020) setelah mengumumkan dapat menerima hasil penghitungan suara yang ditetapkan KPU Kota Samarinda, Kamis lalu (17/12/2020).

KPU Kota Samarinda dalam rapat pleno memutuskan dan menetapkan perolehan suara 3 paslon wali kota dan wakil wali kota Samarinda di Pilkada Tahun 2020 yaitu, Muhammad Barkati-Muhammad Darlis  83.243, Andi Harun-Rusmadi 102.592 dan Zairin Zain-Sarwono 98.245.

Sedangkan jumlah suara sah dari pemungutan suara yang dilaksanakan tanggal 9 Desember lalu sebanyak  284.080, jumlah surat suara tidak sah 17.475, dan jumlah suara sah  dan  tidak sah sebanyak 301.555.

Menurut Sarwono, saat ini dia masih memikirkan, pertama; bagaimana bisa di perkotaan ada pemilih sebanyak 17.475 bisa salah mencoblos tanggal 9 Desember lalu. Begitu pula dengan jumlah surat suara rusak karena pemilih salah mencpblos, terbanyak sepanjang sejarah pemilihan wali kota Samarinda.

“Sangat tidak masuk akal jumlah surat suara rusak,” tandasnya.

Berdasarkan cek fakta yang dikukan Niaga.Asia, suara tidak sah di Pilkada Samarinda tahun 2020, sebanyak 17.475 adalah yang tertinggi dari dua kali Pilkada sebelumnya atau lebih banyak 5.266 dibandingkan Pilkada tahun 2015.

Pada Pilkada Samarinda 2010, surat suara tidak sah sebanyak 9.272, dan di Pilkada Samarinda 2015, surat suara tidak sah sebanyak 12.209.

Kedua; lanjut Sarwono, dia belum memutuskan apakah akan maju lagi tahun 2024, karena pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada, baik itu partai politik peserta Pilkada, KPU, dan Bawaslu, Gakkumdu sama-sama gagal mewujudkan Pilkada Jujur dan Adil.

“Hanya Pilkada Jurdil yang bisa membawa daerah maju. Kalau dalam Pilkada tak ada Jurdil, rasanya sulit suatu daerah bisa maju,” ungkapnya.

Sarwono menegaskan, pernyataan dia berdua dengan Zairin Zain dapat menerima rakapitulasi dan penghitungan suara masing-masing paslon yang sudah diputuskan dan ditetapkan KPU Kota Samarinda, karena lebih mengutamakan kepentingan kota dan rakyat, agar aman, agar situasi dan kondisi kota kondusif, serta wali kota dan wakil wali kota yang baru bisa bekerja.

“Kita, rakyat, dan pemerintah daerah masih menghadapi tantangan besar, yaitu menghentikan penularan COVID-19. Kalau urusan Pilkada ini tidak kami akhiri, bisa berdampak tidak baik bagi kota dan masyarakat Samarinda,,” pungkasnya. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *