Layanan kesehatan Satgas
Layanan kesehatan Satgas Pamtas di Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tugas prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dengan Malaysia, tidak hanya fokus pengamanan, tapi juga pada bakti kemasyarakatan, mislnya menyelenggarakan layanan kesehatan untuk masyarakat, bahkan menyambi jadi tenaga pengajar di sekolah-sekolah di sekitar pos dimana bertugas.

Misalnya di Pos Labang, tenaga medis Satgas Pamtas dari Yonif 621/Manuntung  mengambil inisiatif memberikan pelayanan kesehatan. “Kita memberikan layan kesehatan ke warga  warga di sekitar pos” kata Komandan Satgas Pamtas Yonif 621/ Manuntung Letkol Inf Rio Neswan.

Warga di 5 kampung itu secara  geogerafis jauh dari lokasi Pos Pembantu (Postu) Kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Nunukan. Kalau  berobat ke Postu warga harus menempuh perjalanan melalui sungai. “Nah kebetulan Pos Satgas kami dekat dengan masyarakat, jadi kebanyakan mereka berobat pos kami, tapi obat-obatan  yang dipakai dari Postu,” ujarnya.

Sejak bertugas di perbatasan Kabupaten Nunukan, Satgas 621/Manuntung menyiapkan tenaga medis dari TNI yaitu satu orang dokter dan beberapa tenaga kesehatan pembantu. Mereka ini ditugaskan membantu kesehatan anggota Satgas dan memberikan bantuan pengobatan masyarakat.

Melihat kondisi sulitnya medan disana, Rio  menempatkan komandan pleton kesehatan satgas dan dokter kesehatan penempati pos Desa Labang, tujuan kita adalah untuk membantu pengobatan masyarakat dilokasi terpencil dan kekurangan tenaga kesehatan dari pemerintah. “Pos kami jauh dari postu, kalau mau kesana kita harus naik perahu, begitu juga masyarakat 5 kampung  disekitar pos satgas,” jelas Dansatgas.

Bahkan hampir semua obat-obatan di Postu Labang dipindahkan ke Pos Satgas Pamtas, karena pelayanan kesehatan masyarakat lebih mudah dilaksanakan di Pos Satgas. Bantuan kesehatan diberikan pula kepada masyarakat dibeberapa lokasi perbatasan lainnya. “Bantuan layanan kesehatan adalah bagian dari tugas satgas selain menjaga wilayah perbatasan,” kata Rio. Layanan kesehatan dibuka 24 jam. Gangguan kesehatan yang diderita warga umumnya diare, flu, demam,  batuk, atau ispa.  (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *