Prajurit Satgas Pamtas Yonif 623/WBU Kabupaten Nunukan menemukan 6.197 patok batas negara dalam kondisi baik.  (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 623/WBU suskes menyelesaikan tugas patroli pengecekan sebanyak 6.849 patok batas negara Indonesia – Malaysia yang tersebar di wilayah Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Bersamaan dengan berakhirnya patroli patok, Satgas Pamtas 623/WBU melaporkan 6.849 patok wilayah Kabupaten Nunukan, telah terpatroli dengan rincian, patok type A – 6 patok, type B – 19 patok, type C – 246 patok, type D – 6.578 patok.

“Adapun keterangan patok sebagai berikut, kondisi baik 6.197, rusak 87, tenggelam 96, hilang 203, miring 141, roboh 75, tertimpa pohon 28, bergeser 2, patah 14, dan tertimbun 2 patok, “ ungkap

Komandan Satgas Pamtas Yonif 623/WBU, Letkol Inf Yordania, Kamis (22/10/2020).

Menurut Dansatgas, tugas patroli patok berbatasan diselesaikan dengan baik, waktu yang diperlukan separuh waktu masa tugas Yonif 623/WBU sebagai Satgas Pamtas di Kabupaten Nunukan.

“Diantara tiga tugas pokok yang dibebankan kepada Satgas Pamtas adalah pengecekan patok perbatasan Indonesia,” sebutnya.

Keberhasilan melaksanakan patroli patok dalam waktu cukup singkat tidak terlepas dari tekat prajurit Satgas Pamtas dan kedisiplinan serta kekompakan dalam menyusun stategi pembagian tugas ditiap Satuan Setingkat Kompi (SSK)

Sebagai contoh, SKK 5 di wilayah perbatasan Krayan dengan jumlah patok hampir 630 titik mampu diselesaikan 11 hari dari perkiraan waktu 14 hari atau lebih cepat 3 hari dari yang direncanakan.

“Pengurangan waktu 3 hari ini sangat luar biasanya, biasanya paling 1 hari itu, makanya salah satu anggota SKK 5 Krayan terpilih jadi prajurit terbaik bulan Oktober,”kata Dansatgas.

Pengalaman patroli sedikit berat dirasakan SKK 2 perbatasan wilayah Sei Menggaris, topografi wilayah yang bergunung dan lereng cukup tinggi mempersulit jalur patroli. Untuk mencapai  lokasi patok harus didaki menggunkan tali.

Menurut Dansatgas, prajurit sektor pos Gabungan Bersama sempat tidur dihutan menggunakan Hammock yang digantung di pohon-pohon, karena tidak menemukan areal  datar yang bisa dijadikan tempat istirahat.

“Naik turun menuju lokasi patok menggunakan tali. Kondisi patok cukup baik, paling miring dan tergeletak,” ungkapnya.

Dilokasi SKK 4 perbatasan Kecamatan Lumbis, prajurit Satgas mulai dihadapkan dengan berbagai kendala, untuk menuju lokasi patok. Untuk menemukan patok pertama saja butuh waktu 3 hari. Prajurit berjalan dalam hutan dipenuhi alang-alang.

Dansatgas juga menerangkan, patroli SKK 4 mendapati  sebanyak 71 patok hilang yang posisinya berderet.

Menurut analisa dan laporan anggota, serta data dilapangan, patok-patok tersebut terkena pembukaan jalan. Pasalnya, dilokasi ditemukan bekas galian jalan dan alat berat.

“Tidak masalah hilang, toh patok kita pakai chip semua, tapi tetap kita laporkan ke pimpinan tingkat atas untuk perhatian,” ucapnya.

Mengingat lokasi patroli sangat sulit, perencanaan pergerakan disusun sebaik mungkin dan dipastikan butuh bantuan helikopter untuk distribusi logistik, ditambah lagi alat komunikasi telp satelit cukup sulit.

Ketepatan waktu perhitungan waktu pengiriman logistik ditubuhkan agar ketersedian konsumsi tetap tersedia, karena itulah, prajurit pemantau telepon satelit harus memanatau tepat waktu dalam menginformasikana lokasi prajurit.

“Patroli di Lumbis butuh pemikiran matang, butuh pergerakan yang tepat dan tidak mungkin tanpa bantuan helikopter,” terang Dansatgas.

Saat ini, kata Dansatgas, prajurit SKK 4 Pos Lumbis dalam perjalanan pulang menuju pos.

Diperkiarakan dalam 2 hari kedepan tiba ditempat dengn waktu tempuh perjalanan hampir satu bulan.

“Saya yakin pasti banyak kejadian mistis selama perjalanan patroli, komadan tidak perlu tahu, semua itu rahasia pengalaman prajurit,” pungkasnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *